
Eks Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina, Hanung Budya Huktyanta, bersaksi dalam sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina di PN Tipikor Jakarta.Ridwan/JPC
JawaPos.com – Mantan Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina, Hanung Budya Huktyanta, mengatakan dugaan keterlibatan dan intervensi Mohammad Riza Chalid (MRC) dalam kebijakan di Pertamina hanya asumsi.
Hal itu disampaikan Hanung saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina di Pengadilan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (20/10).
Hanung Budya Huktyanta dihadirkan sebagai saksi untuk tiga terdakwa, di antaranya beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa Muhammad Kerry Adrianto Riza (anak Riza Chalid), Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim Dimas Werhaspati, serta Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak (OTM) Gading Ramadhan Joedo.
Dalam persidangan, jaksa penuntut umum (JPU) mempertanyakan penjelasan Hanung dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tentang kerja sama penyewaan tangki BBM Merak. Jaksa juga menggali pernyataan Hanung yang sempat khawatir dicopot, karena tekanan dari Riza Chalid jika tidak meneken perjanjian dengan PT Oil Tanking Merak.
Hanung menjelaskan, tindakannya saat itu merupakan pelaksanaan perintah jabatan dari Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina.
“Ya artinya saya menafsirkan ini perintah dari pimpinan saya, dan kalau saya tidak melaksanakan maka bisa diartikan ini sebuah pembangkangan,” kata Hanung saat memberikan kesaksian.
Jaksa kemudian menanyakan hubungan perintah jabatan tersebut dengan Riza Chalid. Hanung mengaku hanya menduga Riza Chalid punya peran dalam mendorong dirinya menjadi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina. Namun, ia menekankan hal itu hanya perasaan pribadi.
“Saya berpikir dan merasa bahwa Saudara Muhammad Riza Chalid ini mungkin mendorong saya menjabat sebagai direktur. Tapi itu hanya dugaan, Pak,” ujarnya.
Ia juga membantah ada kaitan antara pernyataan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan yang memberi sinyal pengangkatannya sebagai direktur dengan sosok Riza Chalid.
“Tidak ada kaitannya dengan Riza Chalid,” tuturnya.
Hanung menegaskan, seluruh dugaan soal kedekatan Karen dengan Riza Chalid tidak pernah didukung bukti.
“Saya tidak tahu pasti, tetapi saya duga ada hubungan. Saya duga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keputusannya dalam penyewaan tangki BBM murni hanya untuk memastikan pasokan BBM nasional tetap terpenuhi.
“Sebagai direktur pemasaran dan niaga, saya bertanggung jawab memastikan pasokan BBM di seluruh Indonesia bisa terpenuhi,” tuturnya.
Sementara, terkait dugaan pengaruh Irawan Prakoso yang disebut sebagai orang dekat Riza Chalid, Hanung kembali menegaskan bahwa semua hanya sebatas perasaan tanpa bukti.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
