
Ilustrasi: Hacker Bjorka bobol data DJP. (Akun X Teguh Aprianto (@secgron)
JawaPos.com - Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya mengungkap kasus ilegal akses dan manipulasi data pada Kamis (2/10).
Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menangkap seorang hacker yang sempat menggunakan akun media sosial bernama Bjorka dan @bjorkanesiaaa.
Kasubdit IV Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya AKBP Herman Edco Wijaya menyampaikan bahwa Hacker Bjorka ditangkap oleh jajarannya di Desa Totolan, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara pada Selasa, 23 September 2025 lalu.
Meski identitas lengkapnya belum diungkap, polisi menyatakan bahwa hacker tersebut berusia 22 tahun dengan inisial WFT.
”Yang bersangkutan bukan ahli IT (pelaku WFT) orang yang tidak lulus SMK,” terang dia kepada awak media di Jakarta.
Herman menyampaikan bahwa penangkapan Hacker Bjorka bermula dari laporan salah satu bank swasta di Indonesia pada Februari lalu.
Dalam laporan itu disampaikan bahwa pelaku menggunakan akun media sosial X @bjorkanesiaaa dan mengklaim telah meretas 4,9 juta database nasabah bank swasta dimaksud.
”Niat daripada pelaku sebenarnya adalah melakukan pemerasan terhadap bank swasta tersebut. Atas dasar adanya postingan tersebut, maka kami tim Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan dan juga melakukan pengungkapan terhadap pelaku WFT,” terang dia.
Diakui oleh Polda Metro Jaya, penyelidikan yang dilakukan sampai berhasil menangkap Hacker Bjorka berlangsung selama beberapa bulan.
Lebih kurang 6 bulan melakukan pendalaman, akhirnya polisi bisa melacak dan menemukan peretas tersebut. Dalam pengungkapan kasus itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Termasuk alat seperti komputer dan telepon genggam.
”Pelaku ditangkap pada hari Selasa, 23 September yaitu di Provinsi Sulawesi Utara. Hasil pendalaman dari pemeriksaan yang kami lakukan terhadap tersangka, bahwa yang bersangkutan sudah melakukan aktivitas di media sosial dan mengaku sebagai Bjorka sejak tahun 2020,” kata Herman.
Bjorka, lanjut polisi, bermain di dark forum. Namun karena pada 5 Februari lalu akun tersebut menjadi sorotan publik, WFT mengganti nama akun menjadi SkyWave.
Setelah itu, dia beraksi dengan mengunggah sampel akses perbankan atau mobile banking salah satu nasabah bank swasta tersebut.
Bahkan yang bersangkutan dengan sengaja mengirim pesan kepada bank swasta itu dengan maksud memeras.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
