Ilustrasi: Rekening dormant. (Istimewa)
JawaPos.com - Sindikat pembobol rekening hanya butuh waktu 17 menit untuk memindahkan uang ratusan miliar dari rekening dormant. Hal itu terungkap setelah aparat kepolisian dari Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mengungkap kasus pembobolan rekening dormant pada Juni dan Juli lalu.
Menurut Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Helfi Assegaf, sindikat tersebut memuluskan rencana dengan memaksa seorang kepala cabang (kacab) bank BUMN untuk menyerahkan User ID aplikasi Core Banking System.
”Apabila tidak mau melaksanakan akan terancam keselamatan Kepala cabang tersebut beserta seluruh keluarganya,” kata Helfi.
Setelah kacab bank BUMN itu bersedia, pada akhir Juni 2025 sindikat itu bersepakat dengan kacab bank BUMN untuk melakukan eksekusi pemindahan dana dari rekening dormant pada hari Jumat pukul 18.00 di akhir pekan atau mendekati hari libur. Sehingga eksekusi berlangsung di luar jam kerja.
”Hal itu dilakukan sebagai celah para pelaku untuk menghindari sistem deteksi bank,” jelasnya.
Saat eksekusi berlangsung, salah satu bagian dari sindikat yang pernah bekerja sebagai teller di bank menggunakan User ID aplikasi Core Banking System yang sudah ada untuk melakukan akses ilegal. Dia lantas memindahkan dana Rp 204 miliar secara in absensia ke 5 rekening penampungan.
”Dilakukan 42 kali transaksi dalam waktu 17 menit,” kata jenderal bintang satu Polri tersebut.
Beruntung pihak bank menemukan transaksi mencurigakan tersebut dan langsung melapor kepada Bareskrim Polri. Dari laporan itu, Dittipideksus Bareskrim Polri langsung berkomunikasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melakukan penelusuran dan pemblokiran.
Berdasar pendalaman yang dilakukan oleh penyidik, sindikat itu sudah beraksi sejak awal Juni 2025. Dengan modus sebagai Satgas Perampasan Aset, salah seorang tersangka bertemu dengan kepala cabang pembantu salah satu bank BUMN yang berada di wilayah Jawa Barat (Jabar). Setelah target masuk, eksekusi langsung dilakukan.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
