Asap gas air mata di tengah demo. (Reuters)
JawaPos.com - Bareskrim Polri tengah mendalami dugaan penyuplai dana dalam kerusuhan akhir Agustus lalu. Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengungkap dugaan tersebut.
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Brigjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro menyampaikan bahwa di beberapa daerah memang didapati aliran dana atau penyuplai dana dalam kerusuhan tersebut. Saat ini, pihaknya tengah melaksanakan proses pembuktian atas dugaan itu.
”Artinya proses pembuktian, bahwa memang didapatkan seseorang memberikan uang dan lain sebagainya, didapatkan dari mana, ini masih proses pembuktian. Pembuktian ini adalah melalui proses yang saintifik, nanti kami terus berkoordinasi dengan PPATK terkait aliran-aliran dana. Saat ini sedang berproses,” kata dia.
Langkah itu diambil untuk mencari tahu keberadaan mastermind dalam kerusuhan yang kini ditangani oleh 15 polda dan Bareskrim Polri. Jika memang ada dan ditemukan, Djuhandani memastikan bahwa pihaknya akan mengungkap hal itu kepada publik.
”Untuk lebih jelas apakah ada mastermind atau pendana yang lainnya, semua masih dalam proses. Semua tim, mohon izin kami laporkan masih proses berjalan. Karena kita ketahui bersama bahwa kejadian kerusuhan ini berjalan secara serentak, hampir di semua polda,” imbuhnya.
Jenderal bintang satu Polri itu menyatakan bahwa sejak kerusuhan terjadi, pihaknya sudah melaksanakan asistensi ke berbagai daerah. Khususnya daerah yang terjadi kerusuhan. Selain Jakarta, daerah seperti Bandung, Surabaya, dan Makassar juga sempat dilanda kerusuhan.
”Ada 15 polda kami asistensi dan saat ini tim juga masih terus berjalan terkait temuan-temuan yang ada di wilayah yang tadi kami sampaikan. Kemudian kami melaksanakan upaya-upaya terkait penegakan hukum di wilayah. Tentu saja ini sedang kita proses lebih lanjut,” terang dia.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
