Ilustrasi: Anggota OPM saat sedang bergerilya. (Istimewa)
JawaPos.com - Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (Satgas ODC) tengah melakukan penyelidikan mendalam. Hal ini menyusul aksi kekerasan yang menewaskan lima warga sipil diduga dilakukan organisasi Papua merdeka (OPM) pimpinan Elkius Kobak di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo. Kejadian mematikan itu berlangsung dua kali pada Minggu (20/9) dan Senin (21/9).
Berdasarkan keterangan saksi inisial DA, pada Minggu malam sekitar pukul 19.00 WIT, dua pekerja ditemukan meninggal dunia dengan luka kekerasan di Jalan Poros Kampung Bingki, Distrik Seradala. Mengetahui insiden tersebut, sejumlah penambang berencana menuju Dekai untuk menyelamatkan diri, namun urung dilakukan karena cuaca buruk.
Keesokan harinya, Senin pukul 08.00 WIT, OPM kembali melancarkan serangan di Camp Kali Kulum. Kelompok tersebut menggunakan panah dan senjata api, menyebabkan kepanikan di antara para penambang. Dalam aksi ini, tiga orang pekerja tambang kembali menjadi korban keganasan KKB.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani menjelaskan bahwa Satgas di Yahukimo telah menerima informasi mengenai adanya tiga korban tambahan dari aksi kekerasan KKB. Jadi, total korban meninggal dunia menjadi lima orang.
“Setelah kejadian Minggu yang menewaskan dua orang, Kami mendapat informasi bahwa ada tiga jenazah lagi yang menjadi korban dari kelompok kriminal bersenjata ini,” ujarnya.
Namun, Satgas ODC belum dapat mengkonfirmasi jumlah pasti dan identitas korban karena belum berhasil mencapai lokasi kejadian perkara (TKP).
“Sampai sekarang kami belum sampai TKP. Kemarin kami sudah coba datang, tetapi ada kontak tembak yang tidak memungkinkan kami untuk melanjutkan perjalanan,” jelasnya.
Selain kontak tembak, Brigjen Faizal juga menyebutkan bahwa evakuasi yang direncanakan sejak Selasa terpaksa ditunda akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Yahukimo sejak pagi.
“Hujan sangat lebat di Yahukimo, akhirnya diputuskan untuk tidak dilanjutkan atau tidak jadi melakukan evakuasi,” terangnya. Kondisi ini membuat tim evakuasi sulit menyeberangi sungai yang arusnya menjadi deras.
Brigjen Faizal menambahkan bahwa data identitas para korban masih dalam proses penyelidikan. Nantinya, akan terungkap setelah jenazah bisa dievakuasi dan diidentifikasi. ”Kami baru dapat memastikan data korban setelah jenazah berhasil dievakuasi dan dicocokkan," ujadnya.
Sementara Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombespol Adarma Sinaga menyatakan bahwa penguatan patroli dan pengamanan telah ditingkatkan guna memulihkan rasa aman dan mencegah terulangnya korban jiwa.
"Satgas ODC menghimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada, serta segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada aparat keamanan terdeka," jelasnya.
Dia menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dan kerja sama seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. "Diharapkan ada kerjasama dari masyarakat," urainya.