Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 September 2025 | 16.04 WIB

Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Dua Benua

Uang-uang itu diambil dari rekening Nopi sendiri yang dibuat oleh Mr. Emeka. Nilai penarikannya bervariasi, dari belasan juta hingga ratusan juta, jika dihitung dengan kurs mata uang rupiah. Yang pasti, jumlah pengambilan harus sesuai dengan arahan yang diminta laki-laki yang menikahi perempuan asal Desa Marga Kencana, Tulang Bawang Udik, Provinsi Lampung itu.

Begitu juga dengan bank tempat pengambilan. Agar tak dibawa kabur, Mr. Emeka pun kerap mengawasi gerak gerik Nopi di bank, dari jarak yang dekat.

Mr. Emeka Paul berpose di kantor bodong miliknya. (Istimewa).

"Setiap menarik uang jumlahnya bervariasi dari yang paling kecil Rp 13 juta-Rp 300 juga. Pernah ada sampai hampir Rp 1 Miliar, tapi diblokir bank-nya,’’ jelas Nopi.

Menurut Nopi, Ada beberapa rekening atas nama dirinya dengan profil sebagai pemilik sebuah perusahaan. Adapun yang membuat hal tersebut adalah Mr. Emeka. Oleh karena itu, jika rekening bank satu diblokir, maka dia buatkan pembukaan rekening baru di kota lain.

"Saya disuruh berpakaian rapi, lalu duduk di kursi di sebuah ruangan. Di depannya ada meja dan laptop, lalu di foto. Selanjutnya, profil saya dibuat seolah-olah sebagai pemilik perusahaan Kargo,’’ tutur Nopi.

Hari berganti bulan. Lambat laun Nopi pun curiga dengan bisnis yang dijalankan Mr. Emeka. Musababnya, dia hanya diminta pulang pergi ke bank dan mengambil uang banyak tanpa mengetahui darimana sumber uang yang diambilnya. Kecurigaan Nopi semakin kuat, usai dirinya juga dijadikan pemilik perusahaan bodong oleh Mr. Emeka dan istrinya.

"Saya curiganya bisnis narkoba atau pencucian uang," urai Nopi.

Rupanya tak hanya Nopi saja yang diminta menjalani bisnis misterius Mr. Emeka. Berbagai koleganya yang berasal dari Indonesia juga memiliki peran yang sama. Termasuk Rani sebelum menjadi pendamping hidup Mr. Emeka.

"Ngambil uangnya tak tentu. Bisa tiap hari, tapi pernah baru tiga bulan ke bank," papar Nopi.

Biasanya, usai mengambil uang ke bank, maka Nopi akan mendapatkan upah yang tak seberapa. Upah itu dijadikan sebagai gajinya selama bekerja dengan Mr. Emeka.    

Perusahaan bodong Nopi Karyadi, 29, yang dibuat Mr. Emeka untuk melancarkan bisnis gelapnya di Turki. (Istimewa)

                                                                                 

Masuk ICU 7 Hari Akibat jatuh dari Lantai Lima

Tak ada liburan ke Cappacodia, sebuah tempat wisata popular yang terletak di Anatolia Tengah, Turki, yang digandrungi orang-orang di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Saban hari, Nopi dan beberapa koleganya sesama pekerja migran hanya sibuk mengurus kebersihan apartemen dan mengasuh anak Mr. Emeka Paul dan Rani, jika tak diminta ke bank untuk mengambil uang dari bisnis gelapnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore