Tompi bereaksi di akun Instagram-nya tak lama setelah Nadiem Makarim ditetapkan sebagai tersangka korupsi. (Instagram Tompi)
JawaPos.com-Kejaksaan Agung resmi menetapkan Nadiem Makarim yang merupakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) era Presiden Jokowi untuk periode 2019-2024 sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi laptop Chromebook dengan kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 1,98 triliun.
Baca Juga: Sistem Telkomsel Diduga Bocor! Pengguna Ramai-ramai Keluhkan Muncul Notifikasi 'NO SYSTEM IS SAFE'
Penyanyi sekaligus seorang dokter, Tompi, heran kenapa orang tak pernah merasa cukup terhadap uang. Padahal, Nadiem Makarim memiliki harta kekayaan melimpah, yang diperkirakan mencapai Rp 4,8 triliun.
"Kenapa manusia seolah tak pernah cukup untuk urusan uang?," tanya dokter Tompi di akun Instagram pribadinya.
"Hari ini membaca berita koruptor ketangkap lagi, semua tentang keserakahan akan uang. Seolah tak kenal rasa cukup. Sudah punya segala, tapi kok masih aja nilep," tulis dokter Tompi.
Menurut Tompi, kasus dugaan korupsi yang menjerat Nadiem Makarim semakin membuat sulit bagi dirinya untuk kagum pada seorang figur publik. Karena orang yang awalnya diyakini baik dan bersih, namun ternyata malah terkena masalah hukum.
"Bila korupsi terbesar justru urusan agama, pendidikan, mau jadi apa kelak generasi dibesarkan. Semoga kita semua disadarkan untuk tidak mencuri hak," ujar Tompi.
Pada kolom komentar, sejumlah netizen memberikan jawaban kenapa orang tidak pernah puas terhadap uang. Itu karena mereka selalu merasa kurang hingga harus melakukan korupsi meski sudah bergelimang harta. Menurut mereka, hal itu berawal dari tidak adanya prinsip dari dalam diri untuk merasa cukup.
Merasa cukup pada manusia akan lahir ketika di dalam hati memilih bersyukur atas semua karunia dan nikmat yang diberikan Tuhan di bawah pancaran cahaya keimanan.
"Karena tidak bersyukur, naudzubillah kurang untuk yang serakah, cukup untuk yang beriman kepada Allah SWT #sehatyukIndonesiaku," komentar salah satu netizen.
"Itulah kenapa rasa cukup dalam hati termasuk nikmat dan rezeki," timpal netizen lainnya.
"Karena terlilit oleh atmosfir/circle yang korup. Kalaupun nggak pemeran aktif ya pasif. Saling menutupi karena bagi-bagi atau dapat bagian. Yang awalnya pasif jadi aktif karena referensi yang melihat bahwa korupsi itu terlihat baik-baik saat normalisasi. Bukankah begitu polanya paduka @official.kpk." (*)

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
