
Sejumlah massa mengambil berbagai barang dari rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani di Bintaro, Tangerang Selatan, Minggu (31/8) dini hari. (Info_Ciledug)
JawaPos.com - Rumah sejumlah anggota DPR RI dan Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi korban penjarahan yang dilakukan oleh massa. Kriminolog asal Universitas Indonesia (UI) Josias Simon mengungkap penyebab utama maraknya terjadi penjarahan.
Ia mengatakan, penjarahan di rumah pejabat itu terjadi karena tidak ada atau tidak berjalan fungsi utama kepolisian yaitu menciptakan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
"Ya itu terjadi karena fungsi kepolisian tidak berjalan (tidak ada)," ujar Josias kepada JawaPos.com, Minggu (30/8).
Menurutnya, jika kepolisian bisa menjalankan fungsinya menciptakan Kamtibmas, kejadian penjarahan ini tidak akan terjadi.
Untuk itu, ia mendesak agar kepolisian kembali menjalankan fungsinya sebagai pencipta Kamtibmas.
"Pelaksana fungsi kamtibmas harus segera dipulihkan agar tak semakin banyak pelanggaran hukum di arena publik dan privat," terangnya.
Di media sosial banyak yang mempertanyakan begitu mudahnya massa dalam menjarah rumah para pejabat negara. Padahal umumnya, rumah pejabat mendapatkan pengawalan ketat oleh aparat. Dugaan netizen pun menjadi liar.
Banyak yang menduga bahwa penjarahan itu hanyalah settingan. Ada pula yang menduga bahwa ini merupakan "jebakan".
Terkait hal itu, Josias mengatakan bahwa menjawab pertanyaan itu memang unsur yang penting. Namun kembali lagi, jika polisi menjalankan fungsi kamtibmas, insiden penjarahan tidak akan terjadi.
"Unsur ini menjadi pertanyaan penting tapi bagaimana kalau fungsi kepolisian di atas tidak berjalan (tidak ada)?" katanya.
Penjarahan pertama dilakukan massa di kediaman Politikus NasDem yang juga terkenal sebagai Crazy Rich Tanjung Priok sekira pukul 15.00 WIB.
Sejumlah barang mewah diambil oleh massa. Mulai dari jam tangan, tas branded, TV berukuran besar, kursi dan sofa, meja, hingga potongan-potongan action figure Iron Man dan Spiderman.
Tak hanya itu, 2 unit mobil mewah milik Sahroni ikut dirusak massa. Mobil itu di antaranya Lexus RZ 450e dan Porsche 1600 Super.
Sekitar pukul 22.00 WIB, massa juga melakukan penjarahan di rumah politikus PAN, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio. Massa mendatangi rumah di kawasan Setiabudi, yang disebut-sebut memiliki harga Rp 150 miliar itu.
Tas branded, pakaian mewah dan sejumlah barang elektronik seperti kulkas, dispenser hingga TV, ikut dibawa massa.
Dari video yang diterima JawaPos.com, pelaku penjarahan tidak hanya dilakukan masyarakat umum, tapi juga mereka yang berseragam sopir ojek online.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
