Mantan Ketua DPR Setya Novanto di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). (Desca Lidya Natalia/Antara)
JawaPos.com-Terpidana kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Setya Novanto telah bebas bersyarat dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (16/8). Vonis bebas bersyarat itu setelah hukuman Novanto dipangkas oleh Mahkamah Agung (MA) menjadi 12,5 tahun penjara.
Kasus yang melilit Setya Novanto tersebut ikut menjerat pengacara Fredrich Yunadi dan dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo. Keduanya terbukti menghalangi penyidikan KPK dalam perkara korupsi e-KTP.
Fredrich dan Bimanesh disebut telah bekerjasama melakukan rekayasa perawatan medis Novanto. Fredrich meminta agar Bimanesh dapat merawat inap Novanto di kamar VIP RS Medika Permata Hijau dengan diagnosis penyakit hipertensi berat.
Novanto mendapat perawatan di RS Medika Permata Hijau pasca mobil Toyota Fortuner yang ditumpangi Novanto bersama mantan wartawan MetroTV Hilman Mattauch mengalami kecelakaan tunggal karena menabrak tiang lampu di Jalan Permata Hijau pada November 2017 lalu.
Fredrich berdalih bahwa Novanto mengalami memar dibagian wajah hingga sebesar ‘bakpau’. Namun dalam persidangan yang menjerat Fredrich dan Bimanesh, Novanto hanya mengalami benturan kecil akibat kecelakaan tunggal tersebut.
Akibat perbuatannya, majelis hakim memvonis Fredrich dengan hukuman tujuh tahun penjara dan diwajibkan membayar denda Rp 500 juta subsider 5 bulan kurungan. Sedangkan, Bimanesh divonis tiga tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider satu bulan kurungan.
Fredrich divonis lebih berat dari Bimanesh karena tidak kooperatif dengan majelis hakim dan jaksa KPK. Bahkan dalam persidangan Fredrich kerap melontarkan kata-kata kasar kepada jaksa KPK.
Setya Novanto Dieksekusi ke Lapas Sukamiskin
Novanto yang sempat dipersepsikan kebal dari jeratan hukum itu di jebloskan ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat pada Jumat, 4 Mei 2018. Novanto tidak mengajukan banding atas vonis 15 tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim kepadanya.
Bak gayung bersambut, Novanto pun pasarah untuk menetap di rumah para terpidana korupsi tersebut. Akhir perjalanan politiknya kini harus mendekam di Lapas Sukamiskin yang jauh dari kehidupan politik praktis.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini berdalih kehidupan di Sukamiskin seperti mencari ilmu di pondok pesantren. Saat ini dia mengaku terbiasa bangun pagi untuk melaksanakan salat malam dan berdoa agar masyarakat Indonesia dapat mengampuni segala kesalahannya.
“Semua doa sudah diikuti semua. Belajar berdoa, bangun pagi 03.30 WIB. Doa ke masjid yaudah ikutin aja. Namanya pesantren kan, belajar betul-betul,” ucap Novanto di Pengadilan Negeri saat itu.
Setya Novanto Ajukan Upaya Hukum PK ke MA
Novanto mengajukan upaya hukum luar biasa alias peninjauan kembali (PK) terkait vonis 15 tahun penjara dalam perkara e-KTP, pada Agustus 2019.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
