
Arya Daru Pangayunan saat berada di Rooftop gedung Kementerian Luar Negeri sebelum ditemukan tewas di kamar kosnya di Menteng Jakarta Pusat. (Istimewa)
JawaPos.com - Kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan masih menjadi misteri.
Terbaru, Polda Metro Jaya mengungkap fakta bahwa Daru sempat berada di rooftop Gedung Kemlu sebelum ditemukan tewas mengenaskan di tempat kosnya. Dia berada di atas rooftop lebih dari satu jam.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menyampaikan bahwa rekaman Closed Circuit Television (CCTV) menunjukkan bahwa Daru naik ke rooftop Gedung Kemlu beberapa jam sebelum ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.
”Diduga tanggal 7 Juli 2025, jam 21 lebih 43 sampai jam 23 lebih 09 atau sekitar 1 jam 26 menit, diduga korban berada di rooftop lantai 12 gedung Kemenlu,” kata Ade Ary.
Dia menyatakan, penyelidik Polda Metro Jaya sudah mendapatkan fakta bahwa korban naik ke atas rooftop tersebut membawa tas gendong dan tas belanja. Namun saat turun, tas gendong dan tas belanja tersebut tidak dibawa oleh Daru atau ditinggalkan di atas rooftop.
”Itulah fakta yang ditemukan. Masih dikumpulkan terus, kumpulan fakta-fakta nanti kesesuaian apa yang dilakukan korban di sana dan lain sebagainya,” terang dia.
Perwira menengah dengan tiga kembang di pundak itu menyatakan bahwa penyelidik berusaha mengungkap kasus tersebut dengan mengumpulkan sekecil apapun fakta-fakta. Seluruhnya dirangkai, disesuaikan untuk menunjang proses pembuktian.
”Harus klop semuanya, antara TKP dengan saksi, TKP dengan barang bukti, ya dalam peristiwa umum ada lagi kesesuaian antara TKP dengan tersangka dalam peristiwa kejahatan. Tapi, yang dalam peristiwa ini masih dalam tahap penyelidikan,” jelas Ade Ary.
Mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) itu menegaskan, penyelidikan adalah serangkaian upaya yang dilakukan oleh penyelidik untuk menemukan atau mencari tahu peristiwa yang dialami oleh Daru mengandung unsur dugaan pidana atau tidak.
”Jadi, kumpulan fakta-fakta tadi makanya rangkaian kenapa penyelidik perlu memeriksa teman kerja korban, keluarga korban, orang-orang terakhir yang bersama korban, yang mengantar korban dari titik A ke B dan sebagainya untuk membuat cerita itu menjadi lebih utuh, disesuaikan dengan barang bukti yang diambil,” ujarnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
