
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat menyampaikan keterangan kepada awak media di Mako Brimob, Depok, Jabar pada Kamis (17/7). (Polri)
JawaPos.com - Sejak ditemukan sudah terbujur kaku di kamar kosnya pada 8 Juli lalu, polisi belum mengumumkan kesimpulan penyebab kematian Arya Daru Pangayunan. Diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) itu tewas dalam keadaan tragis. Bagian kepalanya terlilit lakban. Semula Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) yang menangani kasus tersebut, kini diambil alih oleh Polda Metro Jaya.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa pihaknya ingin lebih cermat menangani kasus tersebut. Untuk itu, penyelidik di Polda Metro Jaya tidak terburu-buru menyampaikan kesimpulan atas temuan jenazah Daru. Mereka bekerja dengan berlandas pada scientific crime investigation. Sehingga hasil penyelidikannya dapat dipertanggungjawabkan.
”Lebih pada posisi kami ingin lebih cermat. Yang kedua juga kami menunggu seluruh hasil tuntas. Sehingga kemudian semuanya bisa dipadukan untuk kemudian bisa dipertanggungjawabkan ke publik,” ungkap Kapolri saat ditanyai oleh awak media pada Kamis (17/7).
Jenderal Sigit menyampaikan, sampai saat ini pemeriksaan terkait dengan kasus tersebut masih berjalan. Termasuk diantaranya pemeriksaan oleh kedokteran forensik dan pemeriksaan yang melibatkan Laboratorium Forensik. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi sangat penting untuk menyimpulkan penyebab kematian Daru.
”Dan tentunya, semuanya harus kami kumpulkan jadi satu untuk nanti kemudian menjadi kesimpulan terkait dengan peristiwa yang terjadi. Apakah peristiwa pidana ataukah peristiwa yang lain. Jadi. ditunggu saja karena memang prosesnya harus seperti itu,” terang dia.
Orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu memastikan, Polda Metro Jaya bakal mengumumkan hasil penyelidikan yang mereka lakukan kepada publik. Mengingat kasus tersebut sudah diikuti oleh masyarakat secara luas sejak jenazah ditemukan, dievakuasi, diotopsi, sampai dipulangkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga di daerah asal.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
