Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Mei 2025 | 19.13 WIB

TPNPB-OPM Akui Serang Aparat Kepolisian di Yahukimo dan Jayawijaya, Ancam Ambil Alih Kota Wamena

Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menyampaikan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas penyerangan terhadap polisi di Yahukimo dan Jayawijaya. (Istimewa) - Image

Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menyampaikan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas penyerangan terhadap polisi di Yahukimo dan Jayawijaya. (Istimewa)

JawaPos.com - Dua serangan Orang Tidak Dikenal atau OTK terjadi di Yahukimo dan Jayawijaya pada Rabu malam (28/5). Akibatnya dua orang personel Polri mengalami luka serius hingga harus mendapat perawatan intensif. Pada Kamis (29/5), Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengakui bahwa mereka yang melancarkan serangan itu. 

Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menyampaikan hal itu kepada awak media melalui keterangan resminya. Dia menyatakan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas penyerangan terhadap polisi di Yahukimo dan penembakan polisi di Jayawijaya. Sebby menyebut, serangan di Yahukimo dilancarkan berdasar komando Yosua Sobolim dan Kempes Matuan. 

”Aparat militer Pemerintah Indonesia jangan cari siapapun. Kami siap bertanggung jawab dan menantikan anda di jalan gunung. Eksekusi tersebut kami lakukan sebab selama empat bulan kami telah memantau korban yang setiap saat berkeliaran di RSUD Dekai,” kata dia. 

Sementara itu, serangan di Jayawijaya dilakukan oleh TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Derakma. Sebby menyatakan bahwa mereka tengah melaksanakan operasi siang dan malam di seluruh wilayah Wamena karena saat ini Jalan Trans Wamena tujuan Yalimo, Yahukimo dan Nduga telah dikuasai oleh aparat militer Indonesia. 

”Maka TPNPB Kodap III Ndugama Derakma siap ambil alih Kota Wamena sebagai medan perang,” imbuhnya. 

Tidak hanya itu, Sebby meminta agar seluruh warga sipil yang berlatar belakang Orang Asli Papua (OAP) maupun pendatang segera berhenti beraktivitas sejak pagi hingga malam. Mereka mengingatkan itu agar tidak ada warga sipil menjadi korban penembakan selama TPNPB-OPM beraksi. 

”Situasi Kota Wamena pada malam ini sedang dalam siaga satu yang dilakukan oleh aparat militer Pemerintah Indonesia. Maka disampaikan kepada seluruh warga sipil untuk hentikan aktivitasnya di malam hari karena bunyi tembakan terus terjadi di depan rumah sakit Wamena,” imbuh Sebby. 

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore