
Sejumlah mantan pemain sirkus OCI mengikuti rapat dengar pendapat umum dengan Komisi III DPR di Jakarta, Senin (21/4/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Komisi III DPR RI telah menerima aspirasi secara langsung dari para mantan pemain Oriental Circus Indonesia (OCI) Taman Safari, pada Senin (21/4). Karena itu, Komisi III DPR mendorong agar kasus dugaan penganiayaan dan eksploitasi para mantan pemain sirkus OCI Taman Safari diusut secara tuntas agar fakta yang terjadi di masa lalu benar-benar terungkap.
“Kasus ini sebenarnya seperti pucuk es. Kejadian sudah lama, namun baru ramai terungkap sekarang. Meski begitu, negara harus menghadirkan keadilan bagi para mantan pemain sirkus di Taman Safari ini,” kata Anggota Komisi III DPR, Gilang Dhielafararez kepada wartawan, Selasa (22/4).
Pasalnya, kasus ini bermula dari sejumlah perempuan mantan pemain sirkus OCI yang menguak kisah kelam selama puluhan tahun menjadi pemain sirkus. Di mana mereka beratraksi di berbagai tempat, termasuk di Taman Safari Indonesia.
Salah satu pemain sirkus, Butet bercerita bahwa dirinya sering mendapatkan perlakuan kasar selama berlatih dan menjadi pemain sirkus. Bahkan, ia sempat dipisahkan oleh anaknya bernama Fifi yang belakangan juga merupakan bagian dalam kelompok sirkus tersebut. Fifi disebut sampai harus melarikan diri melewati hutan Cisarua.
Sedangkan, pihak Taman Safari Indonesia mengklaim tidak punya keterkaitan dengan para mantan pemain sirkus yang mengaku mengalami kekerasan. Karena itu,
Gilang menilai, negara harus menghadirkan keadilan bagi para eks pemain sirkus OCI Taman Safari yang selama ini merasa kasusnya belum tuntas.
“Konstitusi sudah mengatur jaminan dari negara untuk pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi setiap warganya. Jadi kasus ini harus diusut secara terang benderang, apalagi juga ada bantahan dari pemilik sirkus,” tegasnya.
Meski demikian, Komisi III DPR memberikan waktu tujuh hari kepada pihak pengelola sirkus OCI untuk menyelesaikan kasus dugaan eksploitasi terhadap mantan pegawainya secara kekeluargaan.
"Jika dalam tenggat waktu tersebut persoalan tidak selesai, Komisi III DPR mempersilakan eks pemain sebagai korban membawa kasus ini ke ranah hukum," tegas Gilang.
Menurutnya, pengakuan dari para korban harus didengarkan, begitupun keterangan dari pihak pengelola. Karenanya, ia menilai negara harus memberikan atensi serius dan tidak boleh tutup mata terkait kasus yang sempat tertutup puluhan tahun ini.
Karena itu, rekomendasi Amnesty Internasional Indonesia soal pembentukan tim pencari fakta (TPF) perlu dipertimbangkan. Ia meyakini, pembentukan TPF penting untuk mengungkap kegagalan negara di masa lalu dalam menghadirkan keadilan bagi para korban, sekaligus untuk menginvestigasi dugaan pelanggaran HAM berat yang dialami eks pemain sirkus OCI.
“Negara perlu mengakomodir para pemain sirkus ini agar mereka mendapat keadilan. Dan saya kira, DPR bisa ikut memfasilitasinya,” ucap Gilang.
Terlebih, Amnesty Internasional Indonesia juga mendorong Komisi III DPR untuk meminta Kapolri membuka kembali penyidikan terhadap kasus ini agar kegagalan negara di masa lalu tidak terulang di masa depan. Pasalnya,
Mabes Polri sempat menangani laporan pidana atas kasus kekerasan yang dialami para pemain sirkus OCI pada 1997, namun kasus ini dihentikan (SP3) pada 1999 karena alasan kurangnya alat bukti.
Lebih lanjut, Gilang menegaskan, dugaan kasus eksploitasi dan penganiayaan mantan pegawai sirkus OCI harus dipertanggungjawabkan di mata hukum.
“Kita tidak boleh berhenti bahwa kasus ini sudah kedaluwarsa. Walau kasus lama, masih bisa dibuka lagi dan diusut tuntas. Kasus kedaluwarsa bukan berarti para korban ini tidak berhak memperoleh keadilan,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
