
ANAK DURHAKA: Aipda Nikson Pangaribuan dibekuk polisi setelah Minggu (1/12) malam membunuh ibu kandungnya sendiri dalam warung di Bogor. (POLRES BOGOR)
JawaPos.com - Di Kota Semarang, polisi disorot tajam karena ada personelnya yang menembak tewas pelajar. Di Kabupaten Bogor, polisi juga menjadi gunjingan setelah ada anggotanya yang menganiaya sang ibu hingga meninggal.
Hamid, ketua RT tempat tinggal Aipda Nikson Jeni Pangaribuan, polisi yang membunuh ibu kandungnya, mengenal personel Polres Metro Bekasi Kota itu tak pernah bertindak di luar kelaziman. ”Pelaku selama ini baik, sama ibunya juga tak pernah ada masalah. Karena itu, saya juga bingung kok bisa jadi begitu,” ungkap Hamid kepada Radar Bogor kemarin (3/12).
Herlina Sianipar, sang ibu yang menjadi korban Nikson, memiliki empat anak. Nikson anak tertua. ”Dia pernah nikah, tapi sudah cerai sekitar setahun lalu dan punya satu anak. Dia dan ibunya tinggal di rumah yang sama,” katanya.
Nikson mendorong ibunya hingga terjatuh. Lalu, dia menghantam kepalanya dengan menggunakan tabung elpiji melon.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (1/12) pukul 21.30 di Kampung Rawajamun, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Waktu itu, Herlina sedang melayani pembeli di warung.
Sementara itu, Polres Bogor menetapkan Nikson sebagai tersangka karena penganiayaan yang menyebabkan sang ibu tewas. ”Sudah ditetapkan menjadi tersangka dan proses diperiksa menjadi tersangka,” ungkapnya ketika dikonfirmasi Radar Bogor kemarin (3/12).
Selanjutnya, kata dia, pihak kepolisian juga akan melakukan proses penyidikan administrasi dan bekerja sama dengan kejaksaan. Sebelumnya, Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro memastikan bahwa pihaknya akan menangani kasus tersebut secara profesional.
”Kami selaras dengan Propam Polda Metro Jaya. Untuk pidananya di kami, kode etiknya di Propam Polda Metro Jaya,” katanya.
Tak Ada Masalah dengan Warga
Hamid menambahkan, Nikson selama ini bisa dikatakan sangat disibukkan dengan pekerjaan sebagai anggota kepolisian. Meski agak tertutup, hubungan Nikson dengan tetangga baik-baik saja. ”Kalau sama warga, terus terang gak ada masalah,” tuturnya. (cr2/c19/ttg)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
