Wildan Rohsiawan,36, (kiri berkacamata) korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kota Myawaddy, Myanmar.
JawaPos.com – Malang nian nasib Wildan Rohdiawan,36,. Musababnya, mantan guru honorer di Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kota Myawaddy, Myanmar.
Awalnya, warga Kampung Bantar Gedang, RT 03/RW 09, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah ini, ingin berangkat mencari peluang kerja di Korea Selatan. Namun menurut adiknya, Yulia Rosiana, 34, kakak kandungnya tersebut justru diminta Latif Aliyudin, agen yang memberangkatnya pergi ke Thailand, sebagai tenaga kerja legal dengan gaji sebesar Rp 20 juta, dengan kontrak satu tahun sambil menunggu kuota ke Korea.
Dari iming-iming gaji besar ini, Wildan pun tergiur dan memutuskan berangkat ke Thailand pada November 2022. Sejak keberangkatanya itu, Wildan pun hilang kontak dengan pihak keluarga, hingga pada Juni 2023, Wildan menyampaikan informasi bahwa dirinya tidak mendapatkan gaji hingga mendapatkan kekerasan mental.
Atas kejadian yang menimpa kakaknya, sejka Juli 2023, Yulia pun sudah melakukan upaya hukum seperti mengadu ke Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung Barat, BP2MI, Polda Jabar, Bareskrim Polri, Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI), Kementerian Luar Negeri, dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Namun hingga saat ini, belum ada perkembangan yang berarti atas kasus yang menimpa kakaknya.
“Saya berjuang hampir 1 tahun pak, untuk keadilan kakak saya agar pemerintah Indonesia bisa memulangkan kakak saya dengan kondisi selamat,” tulis Yulia Rosiana dalam surat terbukanya untuk Bupati Bandung Barat.
Menurut Yulia, Wildan Rohdiawan diketahui mengalami penyiksaan selama bekerja di Myanmar hingga dijual ke perusahaan.
Wildan kata Yulia, cerita jika dirinya dipaksa menjadi scammer. Dia kerja sehari 20 jam tanpa diberi libur. Jika ketahuan tidur saat kerja, maka akan dihukum. Hukumannya dari yang paling ringan dijemur dipukul dan disetrum.
“Penyiksaan demi penyiksaan sampai hingga disetrum sudah kakak saya alami selama disana sejak dari perusahaan yang pertama. Sampai akhirnya kakak saya dijual ke perusahaan kedua sebesar 6000 USD,” ujar Yulia .
Wildan Rohdiawan juga mendapatkan mendapatkan ancaman dari perusahaannya agar mengirimkan uang jika ingin selamat.
“Pihak perusahaan yang kedua langsung mengancam kami pihak keluarga, agar segera mengirimkan uang sebesar 6000 USD jika nyawa kakak kami ingin selamat di sana. Kami masyarakat kecil pak tidak memiliki uang sebanyak itu,” jelas Yulia.
Yulia Rosiana mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya kehilangan kontak dengan kakaknya.
Yulia Rosiana berharap apabila Bupati Bandung bisa membantunya bisa segera menghubuginya dan Ibunya.
Terkait kasus yang menimpan Wildan, Ketua Umum Federasi Buruh Migran Nusantara Sarbumusi (F-BUMINU SARBUMUSI NU) Ali Nurdin, menyarankan agar pihak keluarga membuat laporan terlebih dahulu di BP3MI Jabar (Balai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Jawa Barat) sekaligus LTSA (Lembaga Terpadu Satu Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat.
Atas saran tersebut, pada Rabu (7/2) lalu, pihak keluarga Wildan mendatangi Kepala BP2MI Benny Ramdhani, sesuai yang telah dijadwalkan. Pada hari itu juga langsung berkordinasi dan bersurat ke Polda Jawa Barat, juga dengan Pihak KBRI di Myanmar.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
