
Pengacara Kamaruddin Simanjuntak memenuhi panggilan pemeriksaan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. (Sabik Aji Taufan/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Dr Edi Hasibuan menilai penetapan Kamarudin Simanjuntak sebagai tersangka penyebaran hoaks bukan bentuk kriminalisasi terhadap profesi pengacara.
"Dia menjadi tersangka karena laporan Dirut Taspen ANS Kosasih. Ini bukan sebagai kriminalisasi terhadap pengacara tapi sebagai kriminal murni," kata Edi.
Edi mengatakan, berdasarkan bukti-bukti yang dimiliki penyidik, laporan terhadap Kamaruddin memiliki fakta hukum yang kuat dan adanya tindakan melawan hukum, yakni dugaan pencemaran nama baik dan pemberitaan bohong.
Menurut dosen Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta ini, penetapan tersangka sudah melewati berbagai tahapan yang dilakukan penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, termasuk melakukan gelar perkara. "Penyidik Direktorat Siber Bareskrim juga sudah meminta keterangan banyak pihak termasuk saksi ahli bahasa dan pidana," katanya seperti dikutip Antara, Kamis (21/9).
Menurut pengamat Kepolisian ini, penyidik Polri telah bersikap profesional dan memegang teguh azas praduga tak bersalah. "Bahkan penyidik juga tidak melakukan penahanan terhadap Kamaruddin karena sangat kooperatif," katanya.
Menurut dia, setiap orang boleh bicara, termasuk pengacara. Tapi kalau sudah menyampaikan informasi tanpa bukti yang jelas maka bisa menjadi fitnah atau hoaks yang bisa merugikan orang lain.
Karena ada pihak yang dirugikan dan melapor ke Bareskrim Polri, maka Polri berkewajiban untuk menindaklanjutinya. "Saran kami, jika Kamaruddin keberatan atau merasa dikriminalisasi, sebaiknya melakukan upaya praperadilan untuk keadilan terhadap dirinya," katanya. Edi juga meminta Kamaruddin lebih berhati-hati bicara pada ranah publik untuk menghindari kontroversi.
Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Karopenmas) Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (15/8) menegaskan, penyidikan yang dilakukan Bareskrim terhadap Kamaruddin sebagai tersangka sudah sesuai prosedur.
Hal itu membantah pernyataan Kamaruddin usai diperiksa, Senin malam (14/8) yang menyatakan bahwa penyidik menyalahi prosedur karena menetapkan dirinya sebagai tersangka.
Dirut PT Taspen, ANS Kosasih melaporkan Kamaruddin ke Polres Metro Jakarta Pusat, pada Senin (5/9/2023) atas tuduhan penyebaran kabar bohong. Mabes Polri mengambilalih laporan itu dan menetapkan pengacara ini sebagai tersangka.
Pengacara Kamaruddin Simanjuntak pernah menangani kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang, kasus KTP elektronik dan menjadi pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat yang dibunuh oleh mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dan anak buahnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
