Suasana ruas tol layang MBZ (Mohamed Bin Zayed) yang kosong di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021). Korlantas Polri melakukan penutupan sementara akses jalan Tol Layang MBZ untuk mendukung kebijakan larangan mudik yang ditetapkan Pemerintah pada tanggal
JawaPos.com - Pomdam Jaya Jayakarta telah mengantongi kronologi terjadinya kecelakaan beruntun di Tol Mohammed Bin Zayed (MBZ) yang disebabkan oleh Lettu Kav GDW. Pelaku awalnya melaju dari arah Bekasi menuju Cikarang, Jawa Barat, pada 9 September 2023.
Kapendam Jaya, Letkol Inf Herbeth Andi Amino Sinaga mengatakan, saat melaju di tol MBZ, pelaku tiba-tiba berbalik arah. Akibatnya, kecelakaan tak bisa dihindari.
"Otomatis berarti dia akan berhadapan dengan kendaraan yang berlawanan arah dengan yang bersangkutan. Jadi, terjadi tabrakan beruntun sebanyak tujuh mobil," ujar Andi kepada wartawan, Selasa (12/9).
Setelah terjadinya kecelakaan, Lettu GDW tidak menepi, melainkan melanjutkan perjalanan ke arah Cikampek. GDW akhirnya dihentikan oleh petugas Patroli Jalan Raya (PJR) di ujung MBZ atau KM 48.
"Karena diketahui pelakunya ini anggota TNI. Namun, untuk diketahui Kodam tidak terlepas dari peristiwa tersebut. Dari Kodam sudah bertanggung jawab. Untuk tujuh mobil yang ditabrak Lettu G ini, saat ini tujuh mobil tersebut sedang dalam proses perbaikan," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, tiga korban atas nama Dina Malisa, Shanon dan Juni, langsung diberikan pertolongan oleh pihaknya. Shanon dan Juni sempat dirawat di Rumah Sakit Siloam Bekasi namun sudah kembali.
"Yang masih dirawat adalah saudara Dina Malisa karena mengalami patah bahu dan dilaksanakan operasi di rumah sakit Muhammadiyah Jakarta Selatan dan kini ditahap dalam pemulihan pasca operasi," pungkas Andi.
Sebelumnya, kecelakaan beruntun terjadi di Ruas Tol Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) Jakarta-Cikampek. Kecelakaan diduga disebabkan oleh pengendara yang berstatus anggota TNI, melawan arus di lokasi.
"Betul, terjadi kecelakaan di Km 25A MBZ dan sudah ditangani," kata Kainduk PJR Tol Cikampek AKP Ricky Akmaja saat dihubungi, Sabtu (9/9).
Kecelakaan diawali saat mobil Toyota Yaris melawan arus. Kecelakaan pun tak terhindarkan dan melibatkan 7 mobil. "Betul, kendaraan Yaris hitam tiba-tiba melawan arah. Belum diketahui penyebabnya," ucapnya.
Akibat kecelakaan ini, beberapa orang mengalami luka. Beruntung tidak ada yang meninggal.
"Tujuh kendaraan yang terlibat dengan korban satu luka berat dan dua luka ringan. Korban dievakuasi ke RS Siloam Bekasi. Sudah dilakukan olah TKP bersama tadi siang. Penanganan selanjutnya dilakukan oleh Satlantas Polres Bekasi Kabupaten," pungkas Ricky.