R, seorang pria yang membunuh 7 bayi hasil hubungan inses dengan putrinya yang berinisial E. (Radar Banyumas)
JawaPos.com - Setelah heboh inses di Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) publik langsung digegerkan dengan inses di Banyumas. Bedanya, inses di Bukittinggi yang diungkap Wali Kota Erman Safar berbuah laporan polisi dari ibu yang ia tuding melakukan inses dengan anak kandungnya.
Sementara inses di Banyumas dipastikan terjadi setelah penemuan sejumlah kerangka tulang bayi di sebuah lahan. Kerangka dan tulang belulang itu dikuburkan di sebuah lahan di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas.
Setelah heboh dan ramai, polisi tidak butuh waktu lama untuk menangkap anak dan bapak pelaku inses Banyumas. Keduanya yakni E (25) dan Rudi yang merupakan ayah dari bayi-bayi yang dilahirkan anak kandungnya.
Rudi sendiri ditangkap polisi tidak lama setelah ia dan anaknya tiba-tiba menghilang usai penemuan kerangka bayi pertama. Bahkan, berdasarkan hasil penyelidikan polisi, motif inses di Banyumas itu ternyata adalah untuk mendapatkan pesugihan.
Kapolresta Banyumas Kombes Edy Suranta Sitepu mengungkap, motif inses di Banyumas sekaligus pembunuhan bayi hasil inses itu ternyata adalah untuk mendapatkan pesugihan.
Diceritakan, semua itu bermua saat Rudi meninggalkan Banyumas untuk merantau ke klaten. Di kota itu pula Rudi kemudian bertemu dengan seorang paranorma yang kemudian menjadi guru spiritual pelaku.
“Di tahun 2011, dia (Rudi) merantau ke daerah Klaten. Kemudian ketemu seseorang di sana. Dari keterangan Rudi, seseorang tersebut merupakan paranormal,” kata Edy Suranta, Selasa 27 Juni 2023.
Kepada dukun itu pula Rudi menumpahkan keluh kesahnya dan hasrat yang tak ingin selamanya hidup dalam kesusahan. Rudi menyatakan dirinya ingin bisa cepat kaya tapi dengan cara instan.
Bahkan, dengan meyakinkan, dukun itu menyatakan bisa membuat Rudi menjadi kaya dalam waktu singkat. Akan tetapi ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Yakni harus menghamili anak kandungnya.
“Paranormal ini memberikan saran kepada Rudi apabila ingin kaya maka dia harus melakukan persetubuhan dengan anak kandungnya,” ungkap Edy.
Bukan hanya sekali, melainkan harus menghamili anak kandungnya sampai 7 kali. Itu masih dilanjutkan dengan harus langsung menghabisi nyawa 7 bayi tersebut begitu lahir.
“Dan apabila anaknya lahir, maka kubur hidup-hidup. Ini harus dilakukan sampai 7 kali berturut-turut,” bebernya.
Berdasarkan pengakuan Rudi kepada penyidik, ritual pesugihan itu dilakukan sejak tahun 2013 hingga tahun 2021.
“Apakah ini hanya karangan dia atau alibi dia, yang jelas keterangan-keterangan tersebut kami tampung semua,” terang Edy.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
