
Pelaku pembunuhan dan mutilasi pemilik depot air isi ulang di Semarang ditangkap. Pelaku mengaku sakit hati terhadap korban sehingga merencanakan pembunuhan.
JawaPos.com - Motif pelaku membunuh dan memutilasi pemilik depot air isi ulang di Jalan Mulawarman, Kecamatan Tembalang, Semarang, akhirnya terungkap. Muhammad Husen, pelaku pembunuhan sadis yang tak lain karyawan dari korban, Irwan Hutagalung, nekat membunuh bosnya dilatarbelakangi sakit hati.
“Saya sering dimarahi, sering dipukuli. Orangnya suka main tangan. Saya tidak balas. Tapi sakit hati,” ungkap pelaku saat dihadirkan dalam ungkap perkara di Mapolrestabes Semarang, Rabu (10/5), seperti dilansir Radar Semarang (Jawa Pos Group).
Pelaku Husen di tangkap usai pelariannya, di Banjarnegara, Selasa (9/5) sore. Hasil pemeriksaan, korban dibunuh saat sedang tidur di dalam tempat usahanya, Kamis (4/5) malam pukul 20.30 WIB.
“Itu awalnya saya sedang di angkringan, kemudian masuk ke dalam. Orangnya (korban) masih tidur, saya tusuk pakai linggis bagian pipi sebelah kiri. Setelah itu saya tusuk lagi bagian kening sebelah kanan,” beber Husen.
Seketika itu korban langsung sekarat. Pelaku mengaku setelah melakukan perbuatannya kemudian keluar meninggalkan korban. Kemudian berjalan menuju angkringan milik Imam, yang berada persis di samping tempat kerjanya.
“Korban tidak ada reaksi. Setelah dua kali tusukan itu, saya keluar dulu di angkringan, minum. Kemudian setelah jam 4 pagi (Jumat, 5/5) saya mutilasi pakai pisau. Pertama bagian kepala, kemudian tangan sebelah kanan dan lengan sebelah kiri. Memotong kepala karena korban sering memarahi, kedua tangan karena korban sering memukul. Terus saya masukin ke dalam karung,” beber Husen.
Selanjutnya, potongan tubuh korban dimasukan ke dalam karung. Setelah itu diseret menuju lorong dengan tujuan dicor. Alasannya memilih lokasi tersebut, supaya tidak diketahui orang. “Lokasi itu jarang ada yang akses. Kemudian hari Sabtu (6/5) saya ke rumah Pak Irwan (korban) ambil semen dan pasir, lalu kembali saya cor hari Sabtu sore,” jelasnya.
Setelah selesai melakukan perbuatannya, kemudian pelaku kabur ke Banjarnegara menggunakan motor korban, Yamaha Bison warna putih. Sebelumya korban juga mengambil dompet berisi uang Rp 7 juta, dan saat perjalanan ke Banjarnegara sempat membuang tas milik korban di Jabungan Banyumanik.
“Sampai Banjarnegara saya terus rumah teman, Feri. Dia punya dua rumah, satunya kosong. Feri tidak tahu kalau saya telah melakukan pembunuhan” kata pelaku.
Setelah tiga hari kabur, keberadaanya diendus petugas. Hingga akhirnya berhasil diamankan. Pelaku juga mendapat tindakan tegas lantaran berusaha melarikan diri. Sampai sekarang, pelaku masih mendekam di ruang tahanan Mapolrestabes Semarang, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan diproses hukum.
“Saya kerja baru sebulan, digaji Rp 2 juta. Saya kecewa, orang yang awalnya saya kenal baik ternyata seperti itu. Saya sudah merencanakan pembunuhan sejak hari Senin (1/5),” beber Husen.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
