Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Desember 2021 | 22.09 WIB

12 Santri Diperkosa Guru Biadab, Orang Tua Harus Pantau Kegiatan Anak

Sebuah pengadilan di Bangladesh telah menjebloskan tujuh pria dalam tahanan, termasuk seorang pemimpin lokal Partai Liga Awami yang berkuasa, atas dugaan pemerkosaan - Image

Sebuah pengadilan di Bangladesh telah menjebloskan tujuh pria dalam tahanan, termasuk seorang pemimpin lokal Partai Liga Awami yang berkuasa, atas dugaan pemerkosaan

JawaPos.com - Kasus pemerkosaan yang dilakukan guru pesantren bernama Heri Irawan terhadap 12 santriwatinya di pesantren Bandung, Jawa Barat membuktikan bahwa peran orang tua dalam mengawasi anak-anaknya di sekolah masih sangat dibutuhkan. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun meminta agar para orang tua untuk terus mengawasi aktivitas anak-anak mereka guna menghindari kejadian seperti itu.

"Kepada para orang tua, diminta rajin dan rutin memonitor situasi pendidikan anak-anaknya di sekolah berasrama, sehingga selalu up to date terkait keseharian anak-anaknya," terang Kang Emil dalam akun Instagram @ridwankamil dikutip, Kamis (9/12).

Selain itu, ia juga meminta agar forum institusi pendidikan untuk saling berkoordinasi agar tidak ada kejadian diluar proses pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan kekerasan seksual.

"Meminta forum institusi pendidikan atau forum pesantren untuk saling mengingatkan jika ada praktik-praktik pendidikan yang di luar kewajaran," jelasnya.

Begitu juga untuk seluruh pihak untuk mengawasi atau lebih awas terhadap kegiatan pembelajaran. Diharapkan kejadian ini tidak terulang di masa-masa mendatang.

"Juga agar aparat setempat di level desa/kelurahan selalu memonitor setiap kegiatan publik yang berada di wilayah kewenangannya," ungkap dia.

"Semoga kejadian ini tidak terulang lagi, dan semoga keadilan bisa dihadirkan oleh pengadilan kepada kasus ini," tandas Ridwan.

Diberitakan sebelumnya, oknum guru pesantren bernama Heri Irawan ditangkap polisi setelah memperkosa 12 santriwatinya di sebuah pesantren di Bandung, Jawa Barat (Jabar). Para korban diketahui berada pada usia antara 13 sampai 16 tahun. Dari 12 korban yang diperkosa, tujuh di antaranya hamil, bahkan sudah lahir sembilan orang bayi dari kasus ini.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore