
Novia Widyasari semasa hidup berfoto bareng Randy. (Istimewa)
JawaPos.com - Satu anggota Polres Pasuruan berinisial, RB, telah diamankan usai kisah meninggalnya mahasiswa Novia Widyasari di makam ayahnya viral di media sosial. Anggota Polres Pasuruan berpangkat Bripda tersebut dijemput Propam Polda Jatim pada Sabtu pagi (4/1).
Dilansir dari Radar Bromo, Sabtu (4/1), sebelum dibawa ke Polda Jatim, RB, sempat diamankan dan diperiksa propam Polres Pasuruan. Hal ini pun diungkapkan Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Bambang.
Iptu Bambang mengungkapkan, pemeriksaan ini dilakukan guna mengetahui informasi dugaan keterlibatan Bripda RB dari pemberitaan di media sosial. Propam pun awalnya menghubungi Bripda RB dan dibawa untuk dimintai keterangannya.
Diungkapkannya, Bripda RB cukup lama diamankan di ruang Propam. Sejumlah personil propam Polres Pasuruan yang menunggu di luar ruangan. Selain itu, anggota dari Propam Polda Jatim ikut hadir untuk mengecek informasi tersebut.
Selama bertugas harian, RB berdinas sebagai Bintara Basium Polres Pasuruan. Menurut keterangan sejumlah sumber, Bripda RB juga jaga di rumah dinas Kapolres Pasuruan. Namun bukan sebagai ajudan seperti berita yang tersiar. RB cuma anggota Sabhara yang diperbantukan ke Bag SDM.
Saat ini pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dari Propam. Sebab, kasus ini ditangani oleh Polda Jatim. "Memang yang bersangkutan sempat diperiksa di Polres tapi tidak lama. Dia langsung dibawa oleh Propam Polda Jatim," jelas Bambang.
Sementara itu, Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar mengatakan, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Polda Jatim dan Polres Pasuruan terkait Bripda RB. Sampai saat ini pun, ia belum bisa memastikan hubungan antara almarhumah Novi dengan RB.
Sebelumnya, #Savenoviawidyasari menggema di medsos Twittter dan Instagram sejak Jumat hingga Sabtu (4/12). Novia Widyasari diduga depresi dan memilih nekat mengakhiri hidupnya di makam ayahnya di Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan akan mendalami informasi ini. “Belum bisa dipastikan apakah korban mendapatkan tekanan dari temannya, cuman kita akan mendalami fakta baru ini,” jawab Andaru.
Diberitakan sebelumnya, Novia Widya Sari, 23, warga Dusun Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko, ditemukan tewas di dekat pusara ayahnya sendiri. Diduga, mahasiswi ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menenggak racun.
Kapolsek Sooko AKP Shohibul Yakin mengatakan, korban yang ditemukan meregang nyawa di pusara ayahnya itu diduga mengidap depresi dan nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun. Hanya saja, petugas masih mendalami jenis racun yang ditenggaknya. “Minuman di botol itu racun. cuma racunnya racun apa, masih kami selidiki,” katanya seperti dikutip Radar Mojokerto (Jawa Pos Group), Sabtu (4/12).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
