Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Maret 2021 | 04.19 WIB

Polresta Banda Aceh Dalami Motif Penganiayaan Berat IRT dan Tiga Anak

Ilustrasi penganiayaan. Antara - Image

Ilustrasi penganiayaan. Antara

JawaPos.com–Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Banda Aceh masih mendalami motif penganiayaan berat hingga menyebabkan seorang ibu rumah tangga (IRT) di Banda Aceh meninggal dunia serta tiga anak mengalami luka-luka.

”Untuk motifnya sementara masih kami dalami dan lakukan penyelidikan,” kata Kapolresta Banda Aceh Kombespol Joko Krisdiyanto seperti dilansir dari Antara di Banda Aceh, Minggu (7/3).

Sebelumnya, empat warga Gampong (Desa) Lamjabat, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, menjadi korban penganiayaan berat, mengakibatkan seorang IRT meninggal dunia dan tiga anak mengalami luka-luka. Kombespol Joko Krisdiyanto mengatakan, peristiwa penganiayaan oleh pelaku berinisial P, berawal ketika dia bersama ayahnya pergi minum kopi ke sebuah warung di kawasan tersebut.

”Di sana, pelaku meminta rokok kepada orang tuanya. Namun, karena rokok ayahnya sudah habis, pelaku pergi membelinya ke kedai,” ujar Joko.

Joko menyampaikan, saat pelaku kembali ke warung kopi usai membeli rokok, di tengah jalan dia bertemu dengan seorang IRT, dan tanpa alasan jelas pelaku langsung memukul ibu tersebut. Setelah memukuli IRT itu, pelaku melanjutkan perjalanan kembali ke warung tempat dia ngopi bersama ayahnya.

”Tiba di warung kopi, pelaku mengatakan kepada orang tuanya bahwa sudah tidak aman. Kemudian ayahnya bersama pelaku pulang ke rumah,” terang Joko.

Tiba di rumah, lanjut Joko, pelaku dikunci di dalam kamar oleh ayahnya. Lalu, tidak lama kemudian terjadi keributan di luar rumah. Mendengar keributan itu, pelaku keluar dari kamarnya dengan membawa senjata tajam. Karena pelaku membawa senjata tajam, warga sekitar yang melihat berlari dan bersembunyi ke rumah mereka masing-masing.

”Setelah itu, pelaku berjalan ke rumah korban berinisial R yang saat itu sedang bersama dua anaknya dan seorang anak tetangga,” kata Joko.

Sebelum dianiaya, lanjut Joko, korban sempat meminta pelaku untuk tidak menganiaya anaknya karena masih kecil. Namun, karena merasa terhalangi, pelaku langsung menganiaya anak korban yang pada saat itu memeluk pelaku sambil meminta agar tidak menganiaya ibunya.

”Tetapi, pelaku langsung menusukkan pisau kedua anak tersebut. Setelah itu, pelaku mengejar ibu R dan menikam di bagian punggung korban. Setelah peristiwa tersebut, masyarakat sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung mengamankan pelaku dengan bantuan petugas kepolisian.,” ujar Joko.

Dia menambahkan, polisi sudah memeriksa tiga orang saksi yakni dari unsur keluarga serta masyarakat sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/YJpg9yO1jTQ

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore