
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (5/8). (Ridwan)
JawaPos.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengaku mendapat penyerangan berita bohong alias hoaks terkait pengungkapan kasus kematian enam laskar khusus pengawal Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab. Hoaks tersebut salah satunya beredar pernyataan Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara yang menyatakan bahwa penembakan enam laskar FPI tidak melanggar HAM.
Komisioner Komnas HAM, Amiruddin Al Rahab menegaskan, pernyataan Beka Ulung yang diedit berupa foto dan naskah yang bertuliskan 'Penembakan 6 Laskar FPI Tidak Melanggar HAM' adalah hoaks. Pernyataan tersebut tidak pernah dikeluarkan oleh Komnas HAM.
"Belakangan mulai ada penyerangan personal ya ke Komnas HAM yang disampaikan melalui media media sosial," kata Amiruddin di kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (28/12).
Selain itu, beredar informasi rumah penyiksaan atau tempat eksekusi terhadap enam laskar FPI. Komnas HAM memastikan, informasi tersebut tidak benar.
"Saya pikir ini perlu dihentikan yang begini-begini supaya masyarakat tidak tambah bingung tentang persoalan seperti ini," tegas Amiruddin.
Sementara itu, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam juga menegaskan, pihaknya tidak pernah menemukan rumah penyiksaaan terhadap enam laskar FPI. Dia menyebut, setiap informasi yang dikeluarkan berdasarkan proses kronologi dan peristiwa.
“Saya pastikan Komnas HAM tidak pernah menemukan rumah tempat penyiksaan, kita masih proses mendetailkan kronologi narasi peristiwa,” ucap Anam.
Baca juga: Komnas HAM Akan Sampaikan Hasil Investigasi Tewasnya 6 Laskar FPI
Seperti diketahui, terjadi bentrokan antara polisi dan laskar pengawal Rizieq Shihab di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin (7/12) pukul 00.30 WIB. Dalam insiden itu, polisi menembak mati enam orang laskar FPI.
Kronologi kejadian itu simpang siur. Menurut keterangan polisi, anggota Polri terpaksa menembak laskar FPI karena mendapat perlawanan dengan senjata api dan senjata tajam. Karena itu, polisi terpaksa melumpuhkan enam simpatisan FPI.
Sedangkan, menurut pihak FPI, keterangan polisi itu tidak benar. Tetapi para simpatisan FPI yang diserang polisi. Selain itu, mereka juga membantah terkait kepemilikan senjata api.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=vp6UKis92EI

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
