
Rekonstruksi di titik pertama peristiwa penembakan enam anggota FPI. Ali Khumaini/Antara
JawaPos.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan memberikan keterangan terbaru, terkait bahan investigasi yang telah dikumpulkan mengenai tewasnya enam laskar khusus pengawal Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Komnas HAM sendiri telah meminta keterangan dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur hingga orang tua dari korban.
Berdasarkan undangan yang diterima, Komnas HAM akan memberikan keterangan pers pada pukul 11.00 WIB di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat, Senin (28/12).
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam menyampaikan, pihaknya membutuhkan keterangan ahli untuk mendalami sejumlah temuan yang didapat dari proses investigasi. Menurutnya, temuan itu akan dikuatkan berdasarkan telaah para ahli.
"Ada beberapa terkait temuan dan kebutuhan pengungkapan peristiwanya," ucap Anam.
Komnas HAM juga telah menerima dokumen berupa CCTV dari Jasa Marga dan foto enam jenazah dari RS Polri sebelum dilakukan autopsi. Hal ini untuk membuka informasi simpang siur mengenai tewasnya enam simpatisan FPI.
Anam menyampaikan, berbagai keterangan saksi dan dokumen dikumpulkan untuk membuka fakta peristiwa terkait tewasnya enam laskar FPI. Dia berharap, sumber informasi yang didapat bisa menyimpulkan peristiwa sebenarnya.
“Semoga proses yang sangat baik ini, proses yang terbuka ini bisa berkontribusi signifikan terhadap pengungkapan kebenaran terangnya persitiwa. Ini juga satu tahap lagi Komnas HAM yang puzzle-puzzlenya semakin lama semakin terkuak,” pungkas Anam.
Baca juga: Rekonstruksi Titik Pertama Penembakan Anggota FPI di Bundaran Badami
Seperti diketahui, terjadi bentrokan antara polisi dan laskar pengawal Rizieq Shihab di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin (7/12) pukul 00.30 WIB. Dalam insiden itu, polisi menembak mati enam orang laskar FPI.
Kronologi kejadian itu simpang siur. Menurut keterangan polisi, anggota Polri terpaksa menembak laskar FPI karena mendapat perlawanan dengan senjata api dan senjata tajam. Karena itu, polisi terpaksa melumpuhkan enam simpatisan FPI.
Sedangkan, menurut pihak FPI, keterangan polisi itu tidak benar. Tetapi para simpatisan FPI yang diserang polisi. Selain itu, mereka juga membantah terkait kepemilikan senjata api.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=vp6UKis92EI
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
