
Puluhan kendaraan operasional perusahaan tambang PT VDNI di Kabupaten Konawe, Sultra, habis dibakar massa pengunjuk rasa pada Senin (14/12). Antara
JawaPos.com–PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) yang beroperasi di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), akan menempuh jalur hukum terkait demonstrasi yang berujung pembakaran gedung maupun alat operasional pada Senin (14/12).
Manajer Operasional PT VDNI Yin Xing Hui seperti dilansir dari Antara, pada Rabu (16/12), meminta agar para pelaku perusakan dan pembakaran sarana dan prasarana yang dimiliki perusahaan ditindak sesuai hukum. ”Peserta (demonstrasi) yang terlibat dalam perusakan properti perusahaan secara anarkis. Perusahaan akan bekerja sama dengan polisi dan bertindak sesuai dengan hukum,” kata Yin.
Yin menegaskan, perusahaan akan terus memperlakukan semua karyawan untuk mematuhi undang-undang dan peraturan. ”Kami memperlakukan semua karyawan secara setara dan berbagi hasil pengembangan dengan semua sektor masyarakat setempat,” ujar Yin.
Dia mengingatkan agar para karyawan jangan sampai digunakan pihak luar perusahaan yang memiliki motif tersembunyi untuk menentang Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru. "”Kami tegaskan juga bahwa sistem karyawan VDNI dan OSS saat ini tidak memiliki upah yang lebih rendah daripada sebelum revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan,” terang Yin.
Kepolisian Daerah (Polda) Sultra memastikan kondisi di kawasan perusahaan tambang PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) di Kabupaten Konawe mulai kondusif usai ribuan buruh perusahaan melakukan aksi unjuk rasa pada Senin (14/12).
”Untuk situasi terakhir di PT VDNI saat ini kondusif,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sultra Komisaris Besar Polisi Ferry Walintukan.
Dia menyatakan, saat ini, tidak ada lagi pembakaran atau pun perusakan di kawasan perusahaan tambang tersebut. Pihaknya masih menyiagakan kurang lebih 800 aparat gabungan TNI-Polri guna mengantisipasi bentrok susulan.
”Anggota kami dikerahkan untuk mengamankan lokasi, jumlah 3 SSK dari Brimob, 1 SSK Dalmas, 1 SSK Polres dan 1 SSK TNI dari Yonif/725 Woroagi. Totalnya diperkirakan 700 sampai 800 personel di sana,” ujar Ferry.
Polisi juga telah menangkap lima orang demonstran yang diduga sebagai otak pembakaran dan perusakan saat demo berlangsung, untuk menyelidiki keterlibatannya dalam aksi unjuk rasa pada Senin (14/12) yang berlangsung hingga malam hari. ”Sekarang sedang diperiksa untuk mendalami keterlibatan dalam aksi unjuk rasa. Mereka dibawa dari PT VDNI ke Polda Sultra,” kata Ferry Walintukan.
Sebelumnya, demonstrasi yang diikuti ribuan buruh di PT VDNI berakhir bentrok. Massa dengan aparat keamanan saling serang menggunakan batu dan balok. Massa yang berhasil masuk area perusahaan meluapkan amarah dengan membakar gedung pabrik smelter, puluhan dump truk, dan alat berat, di area perusahaan tersebut.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=fhCNYLKndug
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022