
Prabowo dan Edhy Prabowo di Istana Negara, Senin (21/10). (Raka Denny/Jawa Pos)
JawaPos.com - Arief Poyuono ‘bernyanyi’ menanggapi penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Arief mengungkap, saat itu masih menjabat sebagai Waketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang menginginkan Indonesia bersih dari KKN.
Arief mengatakan semestinya keinginan itu diwujudkan Ketua Umum Partai Gerindra itu kepada kader-kader Partai Gerindra. Juga kepada orang-orang terdekatnya, agar tidak memanfaatkan kekuasaan.
“Contoh saja izin ekspor lobster banyak yang diberi izin kepada perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan kader Gerindra dan keluarga. Tapi nyatanya justru mendiamkan saja dan bisu seribu bahasa,” sambung Arief dalam keterangannya seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Rabu (25/11).
Manurut Arief Poyuono, penangkapan Edhy Prabowo itu menjadi pelajaran berharga sekaligus tabokan besar bagi Prabowo Subianto. Pasalnya, selain orang dekat Prabowo, Edhy juga merupakan anak didik langsung sosok yang kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan itu.
“Ternyata mulut yang sudah berbusa-busa mengatakan korupsi di Indonesia sudah stadium empat ternyata justru Edhy Prabowo,” ungkap dia.
“Anak buahnya dan asli didikan Prabowo sendiri justru menjadi menteri pertama di era Jokowi-Maruf yang terkena operasi tangkap tangan oleh KPK,” sesal Arief.
Karena itu, Arief mendesak Prabowo mundur dari Kabinet Jokowi dan juga dari Partai Gerindra. Arief juga meyakini, penangkapan Edhy itu sekaligus memupus hasrat Prabowo untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia. “Dengan ditangkapnya Edhy Prabowo, maka tamat sudah cita-cita Prabowo Subianto jadi presiden Indonesia,” tutur dia.
Tak hanya itu, Arief juga meyakini peristiwa ini akan sangat berpengaruh pada elektabilitas partai berlambang kepala burung garuda itu. Untuk itu, Arief mengingatkan Prabowo harus bertanggung jawab kepada masyarakat pemilih Gerindra. Pasalnya, Prabowo tidak mampu menjaga disiplin para kader Gerindra hingga berpotensi besar menghancurkan marwah partai.
Sebelumnya, Prabowo Subianto langsung memberikan arahan usai Edhy Prabowo ditangkap KPK. Arahan Prabowo Subianto itu disampaikan kepada Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.
Kepada wartawan di Senayan, Rabu (25/11), Dasco menyatakan bahwa Partai Gerindra sudah melaporkan penangkapan Edhy kepada Prabowo. “Arahan dari ketua umum untuk menunggu perkembangan lebih lanjut informasi dari KPK,” kata Dasco.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=Vb10yDTRAtU
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022