
Terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Brigjen Pol Prasetijo Utomo (kedua kiri) saat menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/11/2020). Mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Kakorwas) Penyidik Pegawai Ne
JawaPos.com - Pamin Satkes Pusdokkes Mabes Polri, Sri Rejeki Ivana Yuliawati mengaku diperintah mantan Kepala Biro Koordinator Pengawas PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Pol Prasetijo Utomo untuk membuat surat keterangan bebas virus korona atau Covid-19 yang ditujukan kepada terpidana kasua hak tagih Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.
Hal ini disampaikan Sri Rejeki saat bersaksi dalam perkara surat jalan palsu dan surat bebas Covid-19 di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (6/11). Sri Rejeki mengaku ditelepon asisten Brigjen Prasetijo yang bernama Yeti untuk membuat surat bebas Covid-19. Namun, Sri melontarkan pernyataan, masyarakat umum tidak bisa mendapat surat bebas Covid-19 di Pusdokkes.
"Saya ditelepon Yeti, yang isinya minta dibantu pembuatan surat bebas Covid. Yeti bilang 'kalau orang umum boleh?', saya jawab 'tidak boleh'. Saya bilang kalau mau surat Covid pasiennya harus datang ke Pusdokkes Mabes Polri," kata Sri Rejeki saat bersaksi di persidangan.
Tak berselang lama, Brigjen Prasetijo menghubungi Sri Rejeki. Lantas, asisten Prasetijo, Yeti menyerahkan data-data untuk dibuatkan surat bebas Covid-19. "Saya meminta data nama Bapak Prasetijo, terus diberikan data nama pekerjaan, alamat, jabatan, dan keperluannya apa," ujar Sri Rejeki
"Atas nama Prasetijo Utomo, Anita Kolopaking, dan Djoko Tjandra, dan keperluannya untuk tugas dinas," sambungnya.
Sri lantas membuatkan surat bebas Covid-19 tersebut. Dalam persidangan, Sri mengaku takut dengan Brigjen Prasetijo karena merupakan seorang petinggi di Mabes Polri. "Pak Prasetijo itu adalah petinggi di Polri. Kalau saya tidak laksanakan, saya takut kena sanksi," tandas Sri Rejeki.
Dalam perkara ini, Brigjen Prasetijo didakwa membuat surat jalan palsu agar terpidana kasus hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra bisa masuk ke Indonesia untuk mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sebab dalam proses pendaftara upaya hukum PK, pemohon yakni Djoko Tjandra harus mendaftarkan secara langsung.
Djoko Tjandra masuk ke Indonesia melalui Bandara Supadio di Pontianak. Kemudian Djoko Tjandra menuju ke Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta menggunakan pesawat sewaan. Brigjen Prasetijo juga didakwa turut memalsukan dokumen rapid tes untuk Djoko Tjandra. Hal ini untuk memastikan Djoko Tjandra sehat atau terbebas dari virus korona atau Covid-19.
Prasetijo didakwa melanggar Pasal 263 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP dan Pasal 263 ayat 2 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
