
Penyidik senior KPK Novel Baswedan masih menanti titik terang kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)
JawaPos.com - Tim Gabungan Pencari Fakta (TPF) kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Basweda telah selesai menjalankan tugas sejak 7 Juli 2019 lalu. Hari ini mereka menyerahkan laporan hasil kerja selama 6 bulan kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Namun, hingga kini belum ada kejelasan dari kasus tersebut dan siapa pelakunya.
Anggota TGPF, Nurcholis mengatakan, laporan yang diserahkan kepada Tito berjulah 170 halaman ditambah lampiran sebanyak 1.500 halaman. Dalam kerjanya selama 6 bulan, tim yang terdiri dari sejumlah pakar ini menggunakan metode pendekatan investigasi untuk membantu mengungkap kasus ini.
Meski begitu, TGPF belum mengungkap isi temuannya selama ini. Mereka terlebih dahulu memberi waktu kepada Tito untuk mempelajari. Dan akan diumumkan kepada publik secara lengkap selambatnya satu pekan ke depan.
"Laporan sudah disampaikan dan beliau (Tito) akan mempelajari. Kami akan menyampaikan hasil lingkap pada minggu depan," ujar Nurcholis di Ruppatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/7).
Anggota TGPF lainnya, Hendardi mengatakan penyelidikan tim gabungan ini bermodalkan penyelidikan awal Polda Metro Jaya. Mereka kembali menguji semua temuan yang sudah dikantongi penyidik.
TGPF juga melakukan kembali reka ulang di TKP penyiraman kepada Novel. Penjelasan saksi-saksi yang sudah dimintai keterang juga dicek ulang.
"Karena itu kami ada di Ambon, Malang, Kebumen, jelas bukan plesiran. Tapi dalam rangka pengembangan untuk menyakinkan kami alibi orang-orang yang diduga terlibat dan terlibat kasus ini bahwa betul-betul memang alibi," kata Hendardi.
Lebih lanjut, Hendardi menyampaikan ada dugaan bahwa penyerangan kepada Novel berlatar belakang politik. Untuk itu tim mendalami hal tersebut. "Tapi yang melibatkan seseorang yang ada latar belakang politik. Jadi kami berkepentingan mencari motif itu semua. Pekan depan kami sampaikan," tegasnya.
Sementara itu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M Iqbal mengatakan laporan TPF sudah diterima Kapolri. Saat ini sedang dipelajari secara seksama. Dari pertemuan sekitar 2 jam dengan TGPF disebut ada temuan menarik dari investigasi tim ini selama 6 bulan. Hal itu akan disampaikan pada minggu depan.
"Ada temuan, progres dari tim pakar ini, temuan menarik nanti akan kami sampaikan pada sesi konferensi pers paling lanbat minggu depan," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
