Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 April 2019 | 00.16 WIB

Dalami Motif, Polri Bantah Rekrut Peretas Situs KPU Asal Payahkumbuh

Ilustrasi: penjahat siber. (Kokoh Praba/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi: penjahat siber. (Kokoh Praba/JawaPos.com)

JawaPos.com - Mabes Polri membantah merekrut, Arik Alfiki yang meretas website Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal ini menegaskan informasi yang beredar di masyarakat soal pengrekrutan tersebut.

Kabag Penum Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Kombes Asep Adi Saputra mengatakan pihaknya belum ada rencana merekrut remaja 19 tahun asal Payakumbuh, Sumatera Barat itu. Karena polisi hingga kini masih mencari tahu apakah ada kerugian yang timbul atas perbuatan Arik.

"Apa yang diberitakan masih pendalaman, kronologis AA dari suatu niat atas dirinya, masih pendalaman. Esensinya bahwa ilegal akses betul-betul nyata menimbulkan kerugian, itu yang masih didalami," ucap Asep, Senin (29/4).

Photo

Ketua Bawaslu Abhan (kedua kiri) didampingi Ketua KPU Arief Budiman (kedua kanan), Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar (kiri) dan Komisioner KPU Ilham Saputra (kanan) memberikan keterangan pers tentang rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 melalui aplikasi Situng di Gedung KPU, Jakarta, Sabtu (20/4/2019).Saat ini rekapitulasi penghitungan suara melalui aplikasi Situng masih terus berjalan, KPU menegaskan Situng hanya merupakan informasi dan tidak akan mempengaruhi penetapan hasil pemilu 2019 karena rekapitulasi resmi tetap dilakukan secara manual. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

Karena masih menjalani pemeriksaan, kata dia, hingga kini Arik belum dipulangkan ke keluarga. Namun, statusnya belum naik jadi tersangka. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan KPU selaku korban.

"Ya kita masih penyelidikan lebih dalam karena terkait komponen barang bukti juga treck record di dunia siber masih kita lakukan penyelidikan," katanya.

Dari pengakuan pelaku Arik ke polisi, dia melakukan hal itu karena sebagai anak muda dia hanya ingin menunjukan kemmampuan IT yang dia miliki. "Ya sebagai seorang anak muda punya kemampuan gitu, itu hasil katanya seperti itu," pungkasnya

Selain itu, alasan lain pelaku melakukan hal tersebut adalah karena berniat memberikan masukan pada KPU soal sistem keamanan website mereka. Pelaku mengaku menemukan celah keamanan pada website KPU. "Dengan niatan ingin memberikan masukan tentang sistem security dan lain-lain," katanya.

Meski begitu, lanjut Asep, polisi tidak begitu percaya dengan pengakuannya. Hingga kini polisi masih mendalami dugaan lain pelaku nekat melakukan hal tersebut selain apa yang disampaikannya pada polisi.

Photo

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore