
Ilustrasi: penjahat siber. (Kokoh Praba/JawaPos.com)
JawaPos.com - Mabes Polri membantah merekrut, Arik Alfiki yang meretas website Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal ini menegaskan informasi yang beredar di masyarakat soal pengrekrutan tersebut.
Kabag Penum Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Kombes Asep Adi Saputra mengatakan pihaknya belum ada rencana merekrut remaja 19 tahun asal Payakumbuh, Sumatera Barat itu. Karena polisi hingga kini masih mencari tahu apakah ada kerugian yang timbul atas perbuatan Arik.
"Apa yang diberitakan masih pendalaman, kronologis AA dari suatu niat atas dirinya, masih pendalaman. Esensinya bahwa ilegal akses betul-betul nyata menimbulkan kerugian, itu yang masih didalami," ucap Asep, Senin (29/4).
Photo
Ketua Bawaslu Abhan (kedua kiri) didampingi Ketua KPU Arief Budiman (kedua kanan), Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar (kiri) dan Komisioner KPU Ilham Saputra (kanan) memberikan keterangan pers tentang rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 melalui aplikasi Situng di Gedung KPU, Jakarta, Sabtu (20/4/2019).Saat ini rekapitulasi penghitungan suara melalui aplikasi Situng masih terus berjalan, KPU menegaskan Situng hanya merupakan informasi dan tidak akan mempengaruhi penetapan hasil pemilu 2019 karena rekapitulasi resmi tetap dilakukan secara manual. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)
Karena masih menjalani pemeriksaan, kata dia, hingga kini Arik belum dipulangkan ke keluarga. Namun, statusnya belum naik jadi tersangka. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan KPU selaku korban.
"Ya kita masih penyelidikan lebih dalam karena terkait komponen barang bukti juga treck record di dunia siber masih kita lakukan penyelidikan," katanya.
Dari pengakuan pelaku Arik ke polisi, dia melakukan hal itu karena sebagai anak muda dia hanya ingin menunjukan kemmampuan IT yang dia miliki. "Ya sebagai seorang anak muda punya kemampuan gitu, itu hasil katanya seperti itu," pungkasnya
Selain itu, alasan lain pelaku melakukan hal tersebut adalah karena berniat memberikan masukan pada KPU soal sistem keamanan website mereka. Pelaku mengaku menemukan celah keamanan pada website KPU. "Dengan niatan ingin memberikan masukan tentang sistem security dan lain-lain," katanya.
Meski begitu, lanjut Asep, polisi tidak begitu percaya dengan pengakuannya. Hingga kini polisi masih mendalami dugaan lain pelaku nekat melakukan hal tersebut selain apa yang disampaikannya pada polisi.
Photo

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
