
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
JawaPos.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyoroti kasus dugaan suap yang terjadi di Kementerian Agama (Kemenag). Terlebih dalam hal jual beli jabatan. Kasus itu juga terjadi di pemilihan rektor perguruan tinggi di bawah Kemenag yang mengharuskan seorang kandidat untuk menyerahkan mahar sebesar Rp 5 miliar.
Anggota PP Muhammadiyah Dadang Kahmad meminta KPK untuk mengusut tuntas penyimpangan yang terjadi di Kemenag. "Kasus korupsi apa pun dan di mana pun tanpa pilih bulu. Sebaiknya diserahkan ke institusi hukum sampai tuntas dan objektif dalam penyelidikan dan penyidikan," kata Dadang dalam keterangannya, Kamis (21/3).
Dadang menyebut, Muhammadiyah tidak mendorong Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin untuk mundur dari jabatannya. Namun, meminta pihak berwenang mengusut tuntas kasus korupsi yang terjadi di lingkungan Kemenag.
"PP Muhammadiyah meralat supaya Menag Lukman Hakim Saifuddin mundur. Tidak ada kapasitas kami (Muhammadiyah,red) untuk hal itu. Pengurus Muhammadiyah tidak pernah mengeluarkan seperti itu. Persoalan Kemenag diserahkan ke ranah hukum," tegasnya.
Informasi jual beli jabatan rektor UIN itu diungkap Mahfud MD dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC). Mantan Ketua MK itu menyebut, tarif jabatan rektor UIN dipatok senilai Rp 5 miliar.
Mahfud juga menceritakan nasib Andi Faisal Bakti yang pernah dua kali terpilih dalam pemilihan rektor. Namun, Andi tidak kunjung dilantik menjadi rektor. Alasannya proses administrasi selalu terkesan dihambat. Diduga hal ini terjadi karena Andi tidak menyetor untuk memuluskan jalan menuju jabatan tersebut.
Atas temuan itu, Mahfud menyampaikan hal tersebut kepada Presiden Joko Widodo, melalui surat pada 18 Agustus 2015 lalu. Istana kemudian meneruskan surat tersebut ke KPK.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
