
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri, pada Senin (4/2), atas pendangannya melarang poligami.
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri, pada Senin (4/2), atas pendangannya melarang poligami. Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade melihat pelaporan tersebut masuk akal. Pasalnya, keinginan Grace untuk melarang poligami menyakiti umat muslim.
"Kami menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian. Itu kan urusan teman-teman umat Islam. Bang Novel yang merasa pernyataannya Grace menghina umat Islam, karena poligami kan diperbolehkan dalam Islam, halal. Tiba-tiba Grace mengaramkan yang halal. Nah, terkesan mendiskreditkan poligami," kata Andre dalam keterangannya, Jumat (8/2).
Menurutnya, Grace tak etis mengharamkan sesuatu yang dihalalkan dalam ajaran Islam. Dia mengatakan, langkah Grace bisa masuk kategori penistaan agama. Andre pun meminta Grace mengakui kesalahan dan minta maaf kepada umat Islam.
"Grace bisa dikategorikan menista agama. Mengharamkan yang halal. Poligami itu boleh, tapi ada syarat ketentuan yang berlaku. Saran saya Grace tinggal minta maaf, mengakui kesalahan. Selesai, nggak usah diperpanjang di (ranah) hukum. Mungkin ketidaktahuan Grace kan. Apalagi dia bukan muslim, sehingga dia tidak tahu," tuturnya.
Jubir Prabowo-Sandi ini menyerahkan kepada ahli terkait dan kepolisian ada-tidaknya unsur penistaan agama dalam kasus ini. Yang penting Andre mengingatkan PSI jangan enteng mengharamkan yang dihalalkan ajaran Islam.
"Yang jelas, jangan mengharamkan yang halal. Terus jangan mengecap, membangun stigma poligami itu salah. Karena di Islam itu diperbolehkan. Dipercontohkan oleh Rasullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, manusia paling mulia di dunia ini. Siapa Grace? Siapa Giring Nidji gitu lho?" ujar Andre.
"Masuk akal kalau Bang Novel dan kawan-kawan melaporkan, karena Grace itu bukan Muslim, tapi menghina ajaran Muslim," ujarnya.
Andre minta PSI tak menyoalkan hal-hal sensitif. Menurutnya, PSI adalah Partai Sensasional Indonesia. Mencari sensasi, kata Andre, adalah stateginya di Pemilu 2019.
"Ini bagian mencari sensasi, mencari opini media, mencari panggung, itu strategi partai politik supaya semakin dikenal, semakin kontroversi semakin dibicarakan," tutupnya.
Untuk diketahui, Ketua Umum PSI Grace Natalie dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri pada Senin (4/2). Grace diduga melanggar Undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, khususnya soal pernyataannya tentang poligami.
Adapun laporan itu termuat dalam laporanpolisi LP/B/0151/II/2019/BARESKRIM. Pelapornya adalah Soni Pradhana Putra, yang didampingi oleh Koordinator Bela Islam (Korlabi) dan PA 212.
"Yang ini ada juga (laporan) Grace Natalie, yang memang menyerang syariat Islam, syariat poligami. Syariat apapun, haram umat Islam untuk menghujat. Apalagi yang melarang syariat, yang syariat ini dilindungi oleh Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya Grace Natalie ini telah menyinggung Pancasila, telah menyinggung agama, telah menyinggung daripada unsur golongan, dan melakukan ujaran kebencian," ucap Sekjen Korlabi, Novel Bamukmin di Bareskrim, Senin (4/2).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
