
Ilustrasi. Seorang Prajurit TNI gugur di tangan KKB
JawaPos.com - Duka, haru bercampur bangga menyelimuti Prajurit Yonif Raider Khusus 751/VJS saat menyambut jenazah rekannya, Kopral Dua (Kopda) Anumerta Nazaruddin. Adapun dia gugur saat kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Lapangan Terbang Mapenduma, Papua.
Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi mengatakan, jenazah tiba pagi sekitar pukul 08.45 WIT di Mako Yonif RK 751/VJS Sentani, Jayapura, setelah diterbangkan dari Timika. Di sana, dilaksanakan upacara militer penyambutan jenazah serta penghormatan oleh segenap Prajurit Yonif RK 751/VJS.
Upacara itu dipimpin langsung oleh Kasdam XVII/Cenderawasi Brigjen TNI Irham Waroihan didampingi oleh Danyon Mayor Infanteri Rofi Irwansyah, Kapolres Kabupaten Jayapura, Danlanud Sentani serta beberapa orang pejabat Kodam XVII/Cenderawasi.
"Rencana hari ini pada pukul 14.00 WIT jenazah akan diterbangkan ke Bandara Sultan Hasanudin dilanjutkan berangkat menuju rumah duka di Dusun Lompengeng, Desa Pao-Pao, Kecamatan Tanete Rilau, Barru, Sulsel," jelas Aidi dalam pesan singkatnya, Selasa (29/1).
Setibanya di Makassar nanti, jenazah katanya juga akan disambut dengan upacara militer oleh jajaran Kodam XIV/Hasanuddin. "Jenazah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kabupaten Barru, Sulsel," sebutnya.
Pengantaran jenazah dan pendampingan sampai dengan pemakaman di TMP Barru Provinsi Sulawesi Selatan kata Aidi akan dipimpin langsung oleh Danyonif RK 751/VJS Mayor Inf Rofi Irwansyah dan keluarga korban.
Lebih lanjut Aidi mengatakan, Nazaruddin lahir di Barru pada 20 Oktober 1987 dari pasangan Syarifuddin dan Siti Hasanah. Dia anak kedua dari tiga bersaudara. Nazaruddin meninggalkan seorang istri, putri usia 4 tahun serta seorang putra usia 1,5 tahun. Dia telah mengabdikan diri sebagai Prajurit TNI AD sejak 2008.
"Pada tanggal 28 Januari 2019, almarhum telah mempersembahkan miliknya yang paling berharga kepada persada pertiwi, gugur menjadi syuhada sebagai Pahlawan Kusuma Bangsa," tegas Aidi.
Sebagaimana diberitakan, telah terjadi insiden kontak tembak antara gerombolan Separatis Papua pimpinan Egiyanus Kogoya dengan Prajurit TNI Yonif RK 751/R di Lapangan Terbang (Lapter) Mapenduma, kemarin (28/01), sekitar pukul 10.30 WIT.
Insiden tersebut terjadi saat rombongan Bupati Nduga Yurius Gwijangge akan mendarat di Mapenduma dalam rangka mendorong logistik bantuan sosial untuk masyarakat Nduga dan sekitarnya.
Prajurit TNI yang sedang melaksanakan pengamanan Lapter atas permintaan Bupati sebelum take off dari Kenyam tiba-tiba mendapatkan serangan dari KKB. Sehingga terjadi kontak tembak dan mengakibatkan gugurnya Praka Nazaruddin yang akan dianugrahi oleh TNI kehormatan pangkat Kopral Dua Anumerta.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
