
Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan (berpeci putih). Komnas HAM banyak menemukan fakta penting terkait kasus Novel.
JawaPos.com - Tim Pembela Novel Baswedan, Haris Azhar menyoroti beberapa temuan penting yang dilaporkan Komnas HAM. Hal tersebut berkaitan dengan hasil pantauan Komnas HAM, terkait kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.
Haris menilai hasil penting itu bisa dijadikan tolak ukur untuk Presiden, agar dapat membentuk Tim Pencarian Gabungan Fakta untuk kasus Novel.
"Beberapa hal penting dari temuan ini, yaitu penyerangan terhadap Novel Baswedan adalah serangan yang terencana. Ini juga merupakan penyerangan terkait dengan aktivitas Novel sebagai penyidik yang menangani berbagai kasus pemberantasan korupsi di KPK," ujar dia lewat siaran persnya, Senin (24/12).
Lebih lanjut, Haris menuturkan bahwa Polda Metro telah mengetahui akan adanya serangan tersebut sebelum kejadian penyerangan. Bahkan, sebutnya, salah satu sepeda motor yang dipakai orang asing tersebut adalah sepeda motor milik anggota Polda Metro Jaya.
"Dua dari tiga orang asing yang berada di TKP adalah informan Polda Metro Jaya," sebutnya.
JawaPos.com - Haris Azhar yang merupakan tim pembela Novel Baswedan menyoroti beberapa temuan penting yang dilaporkan Komnas HAM. Hal tersebut berkaitan dengan hasil pantauan Komnas terkait kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.
Haris menilai hasil penting itu bisa dijadikan tolak ukur untuk Presiden, agar dapat membentuk Tim Pencarian Gabungan Fakta untuk kasus Novel.
"Beberapa hal penting dari temuan ini, yaitu penyerangan terhadap Novel Baswedan adalah serangan yang terencana. Ini juga merupakan penyerangan terkait dengan aktivitas Novel sebagai penyidik yang menangani berbagai kasus pemberantasan korupsi di KPK," ujar dia lewat siaran persnya, Senin (24/12).
Lebih lanjut, Haris menuturkan bahwa Polda Metro telah mengetahui akan adanya serangan tersebut sebelum kejadian penyerangan. Bahkan, sebutnya, salah satu sepeda motor yang dipakai orang asing tersebut adalah sepeda motor milik anggota Polda Metro Jaya.
"Dua dari tiga orang asing yang berada di TKP adalah informan Polda Metro Jaya," sebutnya.
"Tim Polda tidak melakukan pendalaman atas aktivitas dua orang tersebut diatas dengan alasan mereka adalah informan Polda Metro Jaya. Pada saat kejadian tidak berada di TKP," jelasnya.
Sebelumnya, Komnas HAM telah merampungkan laporan akhir tim pemantau kasus Novel dan menyerahkannya ke Polri.
Pihak Komnas HAM juga memberi rekomendasi agar Polri membentuk tim gabungan untuk mencari fakta kasus ini. Tim gabungan itu diminta segera terbentuk dan bekerja dengan cepat.
Tak cuma ke Polri, Komnas HAM juga meminta KPK untuk mulai melihat kasus teror Novel sebagai perintangan penyidikan. Presiden juga diminta untuk memastikan Polri membentuk tim gabungan.
Pada saat kejadian tidak berada di TKP," jelasnya.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
