
Pembangunan apartemen di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (17/10). Pembangunan proyek Meikarta tetap berlanjut usai penetapan Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro ditangkap.
JawaPos.com - Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak memengaruhi laju proyek Meikarta. Hingga kemarin (17/10) pembangunan masih berjalan normal. Serah terima unit juga sesuai dengan jadwal.
Sebanyak 28 tower dijadwalkan serah terima sesuai rencana, yakni Februari 2019.
Kemarin Jawa Pos mengunjungi langsung area proyek Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Jika dibandingkan dengan tiga kali kunjungan sebelumnya (September-Oktober 2017 dan Maret 2018), penjagaan kali ini tampak lebih ketat. Petugas-petugas sekuriti menyebar di pos-pos keamanan yang ada di hampir setiap sudut proyek. Terhadap tiap sepeda motor dan mobil yang akan masuk area proyek, pihak sekuriti selalu menanyakan detail keperluan pengunjung.
Aktivitas pembangunan hanya terkonsentrasi di beberapa titik. Di area pembangunan yang sedang berjalan, puluhan pekerja sibuk beraktivitas. Sebagian pekerja berlalu-lalang di bawah tower. Ada juga yang bekerja di ketinggian. Crane dan alat berat juga masih beroperasi seperti biasa.
Jawa Pos bertemu dengan Chris, salah seorang pekerja dari subkontraktor yang mengerjakan Meikarta. Chris dan rekan-rekan pekerja lain sudah mendengar kabar OTT oleh KPK yang melibatkan Meikarta. Namun, menurut Chris, tak ada instruksi dari Lippo untuk menghentikan ataupun mengurangi intensitas pembangunan. "April lalu memang sempat stop. Katanya, ada sedikit perubahan skedul dari Lippo. Tapi, Mei pembangunan jalan lagi," ujarnya.
Sejauh yang diketahui Chris, tak ada satu pun bagian proyek Meikarta yang sedang disegel maupun distop. Bahkan, beberapa tower dia sebut sudah memasuki tahap topping-off. "Kami jalan sesuai instruksi Lippo saja. Kalau tidak ada perintah apa-apa, ya kami jalan sesuai kontrak," tambah Chris.
Pantauan Jawa Pos berlanjut ke kantor marketing gallery Meikarta yang tak jauh dari area proyek. Waktu menunjukkan pukul 14.00 WIB. Suasana kantor tempat transaksi penjualan unit Meikarta tampak lengang. Puluhan meja informasi yang berjajar hanya disinggahi satu dua pengunjung. Area show unit juga terlihat sepi. Tak ada orang lalu-lalang. "Ini karena weekday saja. Kalau weekend lebih ramai," ujar Daniel Lumbantoruan, salah seorang tenaga pemasaran Meikarta, kepada Jawa Pos.
Menurut pria yang berdomisili di Cikarang itu, proyek Meikarta tetap berjalan normal setelah kasus OTT. "Tidak ada yang stop. Semua masih jalan. Serah terima tetap sesuai jadwal, Februari 2019. Itu totalnya ada 14 blok, berarti 28 tower," bebernya.
Daniel menjelaskan bahwa Meikarta sedang menyelesaikan pembangunan 28 tower yang akan diserahterimakan secara bertahap tersebut. Dari semua tower yang dijual sejak 2017 itu, penjualan sudah sekitar 70 persen.
Disinggung mengenai dampak kasus OTT oleh KPK, Daniel mengungkapkan, memang banyak konsumen yang meminta informasi kejelasan dan status proyek Meikarta. "Ya, kami hanya bisa jelaskan, masalah itu cuma menyangkut beberapa oknum. Penjualan dan pembangunan tetap lanjut," ujarnya.
Jawa Pos juga berbincang dengan beberapa pengunjung di kantor marketing gallery. Robert, 42, salah seorang pengunjung, terlihat baru saja beranjak dari meja informasi dengan membawa beberapa berkas. Pria asal Jakarta Selatan itu telah membayar booking fee untuk satu unit Meikarta tipe one bedroom berukuran 26 meter persegi.
Ditanyai tanggapan kasus yang menyangkut Meikarta, Robert mengaku sudah tahu dan hanya berharap pembangunan sesuai dengan yang dijanjikan. "Saya sudah lolos BI checking dan urus beberapa persyaratan. Agak sayang mau berpikir buat batal. Semoga lancar lah. Saya dapat jadwal serah terima 2020."
Sementara itu, ada juga calon pembeli yang mengaku cukup waswas dan berpikir ulang sebelum memutuskan membeli unit di Meikarta. Pasangan suami istri Alex, 51, dan Theo, 48, hari itu mengunjungi kantor pemasaran Meikarta untuk bertanya-tanya unit yang tersedia. Alex ingin berinvestasi pada apartemen. "Belum, belum beli. Baru pertama ke sini. Soal OTT sudah dengar. Ya, kami lebih hati-hati saja lah ya. Pantau-pantau dulu," ucap pria asal Jakarta itu.
Proyek Meikarta rencananya didirikan di atas lahan seluas 500 hektare. Dalam area tersebut bakal dibangun 250.000 unit properti residensial dan 1,5 juta meter persegi ruang komersial. Total nilai proyek sekitar Rp 280 triliun.
Sementara itu, Direktur Komunikasi Publik Lippo Group Danang Kemayan Jati belum mau memberikan informasi lebih detail. "Mohon ke Prof Denny (kuasa hukum PT MSU, Red) ya. Satu pintu ke beliau saja," ujarnya saat dihubungi tadi malam.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
