
Photo
Tesis dari hoax atau kebohongan informasi yang ditemukan dalam dinamika wacana di Indonesia selalu terkait dengan pembodohan atau pengacauan nalar publik oleh kelompok yang memiliki kepentingan politik, yang dilakukan secara terencana melalui media sosial virtual.
Karena itu, pemolisian yang berlaku preemptive memiliki peran yang sangat vital selain kuratif penegakan hukum. Upaya dalam penanggulangan kejahatan preemptive menanamkan nilai/norma yang baik. Dengan begitu, nilai/norma tersebut terinternalisasi dalam diri seseorang. Upaya itu dikenal sebagai pemolisian masyarakat (polmas). Urgensi adaptasi polmas dalam penanggulangan kejahatan di era post-truth harus dilakukan mulai dari 'jempol para netizen'. (*)
*Ahrie Sonta
Komisaris Polisi, Perwira Menengah Polda Metro Jaya, Doktor Ilmu Kepolisian

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
