
Ilustrasi Kasus Hukum. Pakar Hukum Pidana, Abdul Fickar Hadjar mengatakan kasus tewasnya Haringga Sirla murni tindakan kriminal
JawaPos.com - Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar menyatakan peristiwa meninggalnya supporter Persija Jakarta, Haringga Sirila, murni kriminal pengeroyokan dan penganiayaan yang menyebabkan kematian. Haringga tewas menjelang digelarnya pertandingan sepakbola melawan Persib Bandung Minggu pekan lalu.
"Karenanya kasus ini harus diusut dan diselesaikan secara hukum," ungkap Abdul kepada wartawan, Minggu (30/9) sebagaimana dilansir Indopos.co.id (Jawa Pos Grup).
Abdul menjelaskan, dalam perspektif hukum pidana mereka yang bertanggung jawab langsung adalah pihak yang langsung melakukan perbuatan pidana dengan segala motifnya. Dalam hal ini para tersangka yang sudah ditahan polisi.
Oleh karena itu, meskipun konteksnya pertandingan sepak bola, tidak bisa organisasi atau lembaga seperti Persib dibebankan kesalahan. Sebab, pelaku kesalahan adalah oknum-oknumnya.
Abdul menegaskan sebuah lembaga baru dapat menjadi subyek pidana hanya pada kejahatan-kejahatan korporasi yang menyangkut keuangan dan lingkungan hidup. "Kendati begitu, sepakbola memiliki aturan dan etika yang dapat menjadi acuan," jelas dia.
Haringga meninggal dunia setelah dikeroyok oknum yang mengenakan atribut bobotoh, sebutan untuk suporter Persib Bandung pada Minggu (23/9/). Insiden tersebut berada di luar pagar kedua Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Para tersangka dijerat Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Pengeroyokan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. "Target kami berkas perkara segera dikirimkan ke Kejaksaan," ucap Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polrestabes Bandung AKBP M. Yoris Maulana, akhir pekan lalu.
Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Polisi Irman Sugema dalam sebuah acara menegaskan telah menerjunkan 4.327 personel keamanan gabungan polisi dan TNI. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan saat pengamanan pertandingan Persib-Arema yang menurunkan sekitar 1.200 personel.
Aparat tersebut dibagi dalam beberapa ring pengamanan. “Masa yang datang mencapai hampir 100 ribu orang dan insiden terjadi di ring paling luar stadion,” kata Irman. Pada zona tersebut, seluruh suporter tidak memiliki tiket.
Pengamat sepakbola Firzie A. Idris berpendapat sanksi yang paling tepat bagi Persib adalah larangan bermain tanpa suporter untuk beberapa pertandingan.
“Sanksi kepada Persib bisa berupa denda dan bermain tanpa suporter untuk beberapa pertandingan. Dasar hukumnya adalah kode disiplin Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI),” katanya.
Dia menilai wajar jika perhatian saat ini tertuju kepada Panitia Pelaksana dari Persib. Hal ini dikarenakan beberapa faktor yang berpotensi menyebabkan insiden meninggalnya suporter.
"Kita tunggu keputusan yang akan diambil oleh PSSI terkait dengan insiden kemarin," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
