Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Juli 2018 | 21.10 WIB

Kabur Bersimbah Darah, Polisi Belum Temukan Terduga Teroris Bangil

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin saat memantau lokasi kejadian ledakan di rumah Abdullah alias Awardi di Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Kamis (5/7) siang. - Image

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin saat memantau lokasi kejadian ledakan di rumah Abdullah alias Awardi di Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Kamis (5/7) siang.

JawaPos.com - Kepolisian belum berhasil menemukan Anwardi. Adapun dia merupakan terduga teroris yang berhasil kabur usai meledakkan bom di kediamannya, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (5/7) siang.


"Identitas terduga pelaku sudah diketahui, saat ini tim (Densus 88 Antiteror) sedang memburu pelaku," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Mabes Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal di kantornya, Jumat (6/7).


Kendati demikian, kepolisian juga meminta peran serta masyarakat untuk mencarinya. Sebab ciri-cirinya sudah disebar, terlebih mantan narapidana terorisme itu kabur dalam kondisi berdarah-darah akibat bom yang meledak kemarin.


"Imbauan apabila melihat ada seseorang yang mirip dan terduga pelaku terluka akibat serpihan ledakan yang meledak sendiri di rumah kontrakan, silakan koordinasikan ke kepolisian setempat," tutur Iqbal.


Sementara anak buah Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu juga meminta masyarakat untuk tetap tenang. "Masyarakat khususnya Jatim (Jawa Timur) kami jamin keamanan, kami bergerak lakukan upaya investigasi lainnnya," sebut dia.


Anwardi pun dalam pelariannya, lanjut Iqbal, diduga tidak membawa bom. "Karena bom berdaya ledak rendah, rakitannnya rendah dan meledak sendiri," tambah Iqbal.


Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Awalnya warga mendengar ledakan keras dari rumah kontrakan Anwardi. Di sana, pria 50 tahun itu tinggal bersama istri, Dina Rohana, dan anaknya, Umar Alfaruq, yang baru berusia 3 tahun.


Mendengar ledakan, warga pun mendatangi rumah Anwardi. Pria kelahiran Aceh itu melarang warga mendekat. Melihat banyak warga yang datang, dia lantas mengancam akan meledakkan bom.


Pria yang dikenal tertutup itu kemudian masuk ke rumah. Menutup rapat pintu rumah bercat kombinasi putih dan pink tersebut. Beberapa saat kemudian, terdengar dua kali ledakan.


Mendapat laporan warga, Kapolsek BangilKompol M. Iskhak bersama anggota datang. Melihat anggota polisi, Anwardi kian beringas. Dia sempat mengejar dan menyerang Iskhak. Karena Iskhak lari, dia melemparkan tas berisi bom. Bom itu meledak, tapi tidak mengenai Iskhak.


Sebagaimana kesaksian warga bernama Idi Suryanto kepada Jawa Pos Radar Bromo, setelah menyerang polisi, Anwardi langsung lari ke dalam rumah. Dia mengambil motor dan membawa tas ransel di punggung. Dia hendak kabur.


Warga dan polisi tidak berani mendekat karena menduga ransel yang dibawa Anwardi berisi bom aktif. Warga berusaha melumpuhkan dengan melemparkan batu bata dan benda keras lain ke arah Anwardi. Seorang warga juga menembakkan senapan angin. Peluru mengenai dada Anwardi, tapi tidak mampu melumpuhkannya dan dia kabur.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore