
Alfian Tanjung (memakai kopiah) saat menjalani sidang kasus yang melilitnya
JawaPos.com - Pemindahan terpidana ujaran kebencian Ustad Alfian Tanjung ke lembaga pemasyarakatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur mendapat respon negatif dari pihak kuasa hukumnya. Sebab putusan inkracht dari Mahkamah Agung (MA) belum diterima oleh pihak terdakwa.
Selain itu Ketua Tim Kuasa Hukum Alfian Tanjung, Abdullah Al Katiri menilai pemindahan kliennya dari rutan Mako Brimob terkesan terburu-buru. Selain itu waktu pemindahan saat dinihari juga dipertanyakan olehnya.
"Jadi kan kesannya kayak ada kepanikan. Ada apa? Dan kenapa harus tengah malam (dipindahkannya) dan sebagainya," ujar Abdullah kepada JawaPos.com, Senin (11/6).
Abdullah menuturkan seharusnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak perlu memperlakukan kliennya seperti demikian. Sebab kejahatan yang dilakukan oleh Alfian bukan bagian kategori extra ordinary crime atau kejahatan luar biasa.
"Ini kan kejahatan biasa pasal yang dikenakan juga bukan pasal yang extra ordinary crime, bukan teroris, bukan korupsi, bukan narkoba, atau human traficking, kok kayaknya seoalah-olah Ustad (Alfian) ini bisa menggoyang negara," tegasnya.
Meski demikian, Abdullah menolak menyebut telah terjadi politisasi terhadap Alfian. Dia hanya mempertanyakan proses pemindahan kliennya yang terkesan terburu-buru.
"Saya tidak mengatakan demikian, saya hanya mempertanyakan kok serba cepat," imbuhnya.
Guna mengambil langkah hukum selanjut, Abdullah mengatakan jika akan mempelajari putusan kasasi kliennya. Jika ditemukan kejanggalan akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atau upaya hukum lainnya.
"Kalau itu banyak kejanggalan kan bisa aja ajukan PK, dengan alasan kekhilafan hakim, atau mungkin ada nokum-nokum lain yang kami temukan," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
