
Rentetan OTT terhadap calon kepala daerah dinilai menjadi penyebab turunnya indeks demokrasi di Tanah Air. Hal itu sebagaimana disampaikan Anggota DPR Fraksi PDIP, Arteria Dahlan
JawaPos.com - Indeks demokrasi Indonesia menurun. Dari data Badan Pusat Statistik pada 2015 indeks demokrasi mendapat angka 72,82 persen. Sedangkan di 2017 menjadi 70,02 persen.
Menanggapi hal itu Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan mensinyalir sistem yang diterapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai salah satu penyebabnya.
Karena banyak penetapan tersangka korupsi kepada calon kepala daerah (cakada) yang akan berkontestasi di pilkada serentak. Sistem seperti itu dinilai mengundang terjadinya konflik.
Arteria menilai seharusnya KPK mau menunda proses hukum terhadap cakada yang terjerat kasus korupsi di luar Operasi Tangkap Tangan (OTT).
"Potensi konflik ini sedang panas. Jangan sampai indeks demokrasi turun, karena ada aksi ini," ujar Arteria di Jalan Salemba Tengah Jakarta Pusat.
Sementara itu Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Donald Fariz mengungkapkan bahwa turunnya indeks demokrasi di BPS bukan disebabkan karena proses penegakkan hukum. Sehingga tudingan Arteria dianggap salah kaprah.
Donald menerangkan, turunnya indeks demokrasi disebabkan karena berkurangnya kebebasan sipil, turunnya hak politik dan anjloknya integritas lembaga demokrasi.
Faktor yang paling dominan sendiri dipegang oleh turunnya kepercayaan terhadap lembaga demokrasi dalam hal ini adalah partai politik. Hal itu terjadi sebab demokrasi di dalam partai mulai berkurang.
Indikasinya terlihat dari konflik perbedaan pendapat di internal partai yang berujung pemecatan kader. Selain itu penentuan figur yang akan diusung menjadi pemimpin juga banyak mengedepankan faktor keturunan.
"Faktor yang paling mendowngrade indeks demokrasi karena disitu terjadi demokratisasi di tubuh partai. Beda pendapat dipecat, penentuan siapa yang diusung menjadi kepala di partai juga tidak jelas itu," kata Donald.
"Kesimpulannya apa yang disampaikam oleh Arteria indeks demokrasi turun karena KPK itu berbeda 100 derajat dengan data BPS," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
