
Diskusi ICW dengan tema
JawaPos.com - Rendahnya vonis bagi pelaku tindak pidana korupsi tidak membuat koruptor jera. Berdasarkan catatan Indonesia Corruption Watch (ICW), rata-rata putusan hukumnya hanya 2 tahun 2 bulan.
Sedangkan di tingkat Mahkamah Agung (MA) rata-rata putusan hukumannya mencapai 5 tahun. Peneliti ICW, Lalola Easter menyebut, harusnya vonis bagi koruptor bisa lebih berat dan menimbulkan efek jera.
Apalagi, perkara korupsi yang ditangani kejaksaan mencapai 94 persen. Sedangkan, perkara korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya 5 persen.
"Hukuman ini mau menjerakan, (tapi) tuntutan ringan dan vonis ringan. Ini sangat disayangkan. Bahkan, residivis ditangkap lagi," ujar Lalola Ester, di kantornya, Rabu (30/5).
Tuntutan dan putusan yang terlalu rendah ini, menurut mantan hakim agung MA Artidjo Alkostar, tak memberikan efek jera bagi koruptor. Dia mengatakan, seharusnya jika tindak pidana menimbulkan kerugian di atas Rp 100 juta, maka minimal hukumannya 4 tahun ke atas.
"Ini ada permasalahan Hukum pasal UU 2 dan 3, perihal perbedaan mengenai asas. Bahkan untuk meminimalkan amar pidana MA sudah rapat kamar pidana yang dituangkan dalam surat edaran pasal 2 dan 3, jika ada kerugian diatas Rp 100 juta maka hukuman minimal 4 tahun ke atas," jelasnya.
Di sisi lain, hakim profesional tidak mendasarkan putusan perkara korupsi pada tuntunan, melainkan pada hukum. Terlebih lagi bagi seorang residivis, MA selalu memerintahkan adanya denda dan uang pengganti.
Menurut pakar hukum pidana, Abdul Fickar menyatakan harusnya lembaga antirasuah jangan hanya menuntut orang. Tetapi, harus menyesuaikan substansi penuntutan secara lebih dalam.
Seperti, para koruptor yang menyalahgunakan jabatannya maka hukumnya harus lebih tinggi. "KPK hanya menuntut orang, padahal (dia lembaga) pemberantasan korupsi. Harusnya substansi penuntuan lebih dalam. Orang yang menjabat melakukan penyalahgunaan jabatan, hukuman lebih tinggi," tukasnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
