
Mobil Jamboe Kupi Kamtibmas
JawaPos.com – Benar juga kata Mbak Nella Kharisma, “Nek ra kuat, ditinggal ngopi”. Di Bireuen, warga yang ingin menyelesaikan permasalahannya bisa datang, duduk, dan ngopi di warung kopi (warkop) keliling. Namanya, Jamboe Kupi Kamtibmas. Kopi datang, masalah pun hilang.
Bermula dari kebiasaan warga Aceh yang suka ngobrol di warkop, tercetuslah ide kreatif dari Kapolres Bireuen AKBP Riza Yulianto, yaitu membuat Jambo Kupi Kamtibmas, dengan tagline 'Jep Kupi dan Duk Pakat'.
Menurut Riza, kultur masyarakat Aceh yang seperti itu bisa dijadikan sarana untuk menuntaskan beragam macam persoalan.
“Pendekatan paling efektif kalau berkaitan kearifan lokal Aceh khususnya di Bireuen adalah ngobrol di warkop. Makanya, kami punya program mobil keliling Jamboe Kupi Kamtibmas, minum kopi gratis dan duduk musyawarah,” kata Riza saat berbincang dengan JawaPos.com di Bireuen, Aceh, Rabu (4/4).
Namun tidak asal datang, biasanya si mobil berwarna abu-abu tersebut menunggu 'panggilan' dari Polsek sekitar. Panggilan biasanya masuk apabila di wilayah hukum Polsek tersebut terjadi masalah.
“Saya nunggu orderan dari Kapolsek saya. Di tempat berselisih, ada masalah,” ujarnya seraya tersenyum.
Riza mengatakan, tak hanya mengundang kedua belah pihak yang berselisih, sebagai mediator dia juga menghadirkan pihak keempat. Misalnya, kasus paling banyak yakni penyelesaian sengketa tapal batas.
Bersama Jamboe Kupi Kamtibnas, dihadirkan pula narasumber dari pemerintahan atau Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) yang paham mengenai batas wilayah. Nah, di warung itulah mereka berbincang, mencari solusi untuk menuntaskan perselisihan.
“Warkopnya datang, disiapkan sarana prasarananya. Nanti kami tanya masyarakat ada permasalahan apa,” imbuhnya.
Ada sajian kopi dan makanan ringan di warkop itu, sehingga suasana terasa lebih santai dan kekeluargaan. Riza mengaku, cara ini cukup efektif sebagai pendekatan ke warga yang berselisih.
“Kami hadir di situ, kopi sudah siap, sarapan sudah siap, tinggal duduk musyawarah, dan Alhamdulillah banyak pesanan,” ceritanya.
Andaikata masing-masing pihak yang berselisih tidak puas dengan musyawarah tersebut, barulah mereka bisa melakukan aksi saling lapor. Tapi kata Riza, itu cukup sedikit peminatnya.
Tak hanya untuk menuntaskan beragam persoalan di masyarakat, Jamboe Kupi Kamtibmas terkadang hadir di setiap acara keagamaan. Rutinitasnya, setiap habis salat Jumat.
Bahkan, mereka kerap berinisiatif untuk hadir di tengah duka seperti di kediaman orang yang baru saja meninggal dunia. Lantas adakah anggaran khusus yang dikeluarkan Polres untuk operasional 'Jep Kupi' tersebut?
Kata Riza, tidak. Selama ini, kopi yang dituangkan dan makanan yang disajikan murni dari urunan para anggota Polres.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
