Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 April 2018 | 19.00 WIB

Jep Kupi dan Duk Pakat, Ngopi yang Bikin Happy di Bireuen

Mobil Jamboe Kupi Kamtibmas - Image

Mobil Jamboe Kupi Kamtibmas

JawaPos.com – Benar juga kata Mbak Nella Kharisma, “Nek ra kuat, ditinggal ngopi”. Di Bireuen, warga yang ingin menyelesaikan permasalahannya bisa datang, duduk, dan ngopi di warung kopi (warkop) keliling. Namanya, Jamboe Kupi Kamtibmas. Kopi datang, masalah pun hilang.


Bermula dari kebiasaan warga Aceh yang suka ngobrol di warkop, tercetuslah ide kreatif dari Kapolres Bireuen AKBP Riza Yulianto, yaitu membuat Jambo Kupi Kamtibmas, dengan tagline 'Jep Kupi dan Duk Pakat'.


Menurut Riza, kultur masyarakat Aceh yang seperti itu bisa dijadikan sarana untuk menuntaskan beragam macam persoalan.


“Pendekatan paling efektif kalau berkaitan kearifan lokal Aceh khususnya di Bireuen adalah ngobrol di warkop. Makanya, kami punya program mobil keliling Jamboe Kupi Kamtibmas, minum kopi gratis dan duduk musyawarah,” kata Riza saat berbincang dengan JawaPos.com di Bireuen, Aceh, Rabu (4/4).


Namun tidak asal datang, biasanya si mobil berwarna abu-abu tersebut menunggu 'panggilan' dari Polsek sekitar. Panggilan biasanya masuk apabila di wilayah hukum Polsek tersebut terjadi masalah.


“Saya nunggu orderan dari Kapolsek saya. Di tempat berselisih, ada masalah,” ujarnya seraya tersenyum. 


Riza mengatakan, tak hanya mengundang kedua belah pihak yang berselisih, sebagai mediator dia juga menghadirkan pihak keempat. Misalnya, kasus paling banyak yakni penyelesaian sengketa tapal batas.


Bersama Jamboe Kupi Kamtibnas, dihadirkan pula narasumber dari pemerintahan atau Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) yang paham mengenai batas wilayah. Nah, di warung itulah mereka berbincang, mencari solusi untuk menuntaskan perselisihan.


“Warkopnya datang, disiapkan sarana prasarananya. Nanti kami tanya masyarakat ada permasalahan apa,” imbuhnya.


Ada sajian kopi dan makanan ringan di warkop itu, sehingga suasana terasa lebih santai dan kekeluargaan. Riza mengaku, cara ini cukup efektif sebagai pendekatan ke warga yang berselisih.


“Kami hadir di situ, kopi sudah siap, sarapan sudah siap, tinggal duduk musyawarah, dan Alhamdulillah banyak pesanan,” ceritanya.


Andaikata masing-masing pihak yang berselisih tidak puas dengan musyawarah tersebut, barulah mereka bisa melakukan aksi saling lapor. Tapi kata Riza, itu cukup sedikit peminatnya.


Tak hanya untuk menuntaskan beragam persoalan di masyarakat, Jamboe Kupi Kamtibmas terkadang hadir di setiap acara keagamaan. Rutinitasnya, setiap habis salat Jumat.


Bahkan, mereka kerap berinisiatif untuk hadir di tengah duka seperti di kediaman orang yang baru saja meninggal dunia. Lantas adakah anggaran khusus yang dikeluarkan Polres untuk operasional 'Jep Kupi' tersebut?


Kata Riza, tidak. Selama ini, kopi yang dituangkan dan makanan yang disajikan murni dari urunan para anggota Polres.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore