
Pelaku atas nama Fajar dan Ricky pengedar pil sapi yang ditangkap Polda DIJ, Jumat (16/3).
JawaPos.com – Peredaran obat keras jenis Trihexyphenidyl atau yang biasa disebut 'pil sapi' di Kota Gudeg kian memprihatinkan. Kian hari, temuan penyalahgunaan obat keras tersebut kian bertambah.
Obat keras yang semestinya dipergunakan untuk menenangkan orang gila dan penggunaannya harus dengan resep dokter tersebut marak dijual dan dikonsumsi remaja di Jogja untuk teler.
Terbaru, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) membekuk dua pengedar 'pil sapi' tersebut pada Selasa (13/3) di Umbulharjo.
Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda DIJ AKBP Erma Wijayanti Yusriana mengatakan, pil itu membuat mereka yang mengkonsumsi mengalami ketagihan. Memberikan ketenangan karena fungsi kerja otak diperlambat.
"Ini seharusnya untuk orang gila, tapi oleh pengedar dijual kepada anak-anak muda," katanya dalam jumpa pers yang dilakukan di Mapolda DIJ, Jumat (16/3) sore.
Atas penangkapan yang dilakukan oleh pengedar-pengedar kecil selama ini, dilakukanlah pemetaan. Dan akirnya diketahui pengedar besarnya tidak lain yakni Fajar Hidayat, 29, asal Pacitan Jawa Timur yang tinggal di daerah Warung Boto, Umbulharjo, Kota Jogjakarta.
Dari penangkapan Selasa (13/3) lalu tersebut, pihaknya berhasil mengamankan 408 botol yang setiap botolnya berisi 1.000 tablet pil sapi. Setiap sebotolnya dijual dengan harga Rp 1 juta.
Selain Fajar, kepolisian juga menangkap pengedar di bawahnya bernama Ricky warga Berbah, Sleman, yang diamankan pada Selasa (13/3) sore sebelum penggrebekan di Umbulharjo.
Dari tangan Ricky diamankan 3 botol pil sapi seharga Rp 3 juta. Jika ditotal secara keseluruhan barang bukti senilai Rp 445 juta. "Obat itu diecer oleh pengedar-pengedar kecil di bawahnya," ucap Dirresnarkoba Polda DIJ Kombes Pol Wisnu Widarto.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
