
Ilustrasi hoax
JawaPos.com - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri terus mencari aktor intelektual di balik sindikat penebar berita bohong atau hoax dan ujaran kebencian. Sejauh ini, ada satu orang yang dicurigai.
Namun dia belum bisa mengungkap siapa orang yang dimaksud itu. "Ada seseorang yang sudah kita dalami tapi belum bisa full kita lakukan penangkapan," ujar Kanit IV Subdit 3 Suport Tim Ditsiber Bareskrim Polri AKBP Edo Priambodo saat berbincang dengan wartawan di Bogor, Sabtu (10/3).
Dia mengakui ada kesulitan dalam mengungkap kasus ini. Pihaknya coba menghubungkan satu identitas ke identitas dan merangkum semua petunjuk. "Sampai sekarang kita masih menelusuri Saracen dan MCA. Untuk memastikan betul mereka memiliki hubungan," imbuhnya.
Untuk menemukan aktor di balik kelompok penebar hoax dan ujaran kebencian ini, kata Endro memang perlu kehati-hatian. "Dapat petunjuk sedikit disampaikan ke media, nggak bisa seperti itu. Harus firm semua. Secara legal harus bisa dibuktikan," tegasnya.
Soal apakah para pelaku penebar hoax dan ujaran kebencian berafiliasi ke partai politik, pihaknya belum bisa memastikan. "Yang kita dapatkan sementara hanya indikasi, tidak ada alat bukti atau barbuknya kita belum menemukan," jelas Edo.
Namun yang pasti, pihaknya menyelidiki kasus ini secara berimbang. Mereka tidak melihat background dari para pelaku ini. "Kita sama sekali tidak melihat backgrundnya politik. Adalah bagaimana menegakkan hukum," tutur dia.
Ditanya ada kecurigaan pelaku penebar hoax dan ujaran kebencian diduga hanya mengklaim sebagai anggota Muslim Cyber Army (MCA), kata Edo hanya bisa dibuktikan melalui pemeriksaan para pelaku.
"Keterangan mereka apa yang disampaikan dari BAP inilah kemudian bisa dikonfrontir. Benar atau tidak, MCA asli atau palsu, kami periksa dari dari bukti digital. Kami bongkar melalui lab forensik asli atau palsunya," pungkas Edo.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
