
Ustad Abdul Somad
JawaPos.com - Lambatnya proses hukum terhadap dugaan persekusi Ustad Abdul Somad di Bali sangat disesalkan oleh tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Kapitra Ampera sebagai pelapor.
Kapitra mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam menyelesaikan kasus yang menimpa ustad lulusan Kairo Mesir. Kapitra menilai polisi lamban jika menyelesaikan kasus jika korbannya ulama, namun berbanding terbalik jika yang diduga tersangka adalah umat Islam seperti yang menimpa anggota FPI saat menggerbeg toko obat ilegal di Bekasi.
"Kalau terhadap ulama lambat yah, kalau terhadap anu toko obat (di Bekasi) cepat sekali, tahan tangkap," ucap Kapitra kepada Jawapos.com, Rabu (10/1).
Dengan fakta tersebut, Kapitra beranggapan bahwa ulama Islam selalu dikesampingkan di mata hukum dan tidak mendapat hak yang sama sesuai dengan undang-undang.
"Sepertinya kok Negara ini bermusuhan betul dengan umat Islam, rusak nanti kalau begini," imbuh Kapitra.
Kapitra berharap kepolisian menunjukan itikad baik dengan segera menyelsaikan dugaan persekusi ini tanpa pandang bulu korban dan pelakunya.
Dirinya juga menegaskan memberikan waktu hingga akhir bulan ini kepada polisi untuk mengusut tuntas. Apabila tak kunjung ada kepastian juga, Kapitra tak segan untuk melakukan upaya hukum lain.
"Ini kan soal penegak hukum, lihat perbuatannya kalau salah ya dihukum ditindak, ini jadi dilematis kalau begini. Kita mau kasih kesempatan sampai akhir bulan ini, kalo endak akan kita ajukan gugatan-gugatan," pungkas Kapitra
Sebelumnya, FPI melakukan penggerebekan sebuah toko obat di Jalan Jatibening Raya 2, Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede, Bekasi, Kamis (28/12). Dari penggeledahan ini, ditemukan banyak obat-obat keras dan kadaluwarsa dijual bebas.
Buntut dari penggeldahan ini, salah satu anggota FPI Boy Giadra ditahan oleh Polda Metro Jaya karena diduga melakukan persekusi terhadap pemilik toko dengan inisial MA, karena diduga memaksa MA untuk menandatangani surat pernyataan dan mengancam akan menutup paksa toko obat miliknya.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Start P7 di Sirkuit Assen! Veda Ega Pratama Bongkar Penyebab Crash di Practice Moto3 Belanda 2026
