Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 November 2017 | 21.40 WIB

Setya Novanto Keluar Lewat Pintu Hakim: Jangan Iri Dong

Ketua DPR Setya Novanto - Image

Ketua DPR Setya Novanto

JawaPos.com - Fredrich Yunadi, kuasa hukum Setya Novanto memberikan penjelasan terkait kliennya yang keluar dari pintu khusus hakim usai mengikuti sidang perkara e-KTP yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (3/11).


Fredrich Yunadi mengatakan, kliennya (Setya Novanto) merupakan bagian dari pejabat publik yang setara dengan kepala negara. Sehingga tidak masalah jika keluar lewat pintu lain. "‎Karena Novanto sejajar dengan kepala negara, dia ke mana-mana juga ada pengawalan," ujar Fredrich saat dikonfirmasi, Sabtu (4/11).


‎"Tahu tidak, Pak Setya Novanto itu siapa, Ketua DPR. Nah Ketua DPR itu kan dapat pengawalan dan protokoler, dia dapat jalan khusus juga‎," tambahnya.


Oleh sebab itu, jika ada yang mengritisi keluarnya Novanto lewat pintu hakim, maka harus dilihat lagi bahwa Novanto itu seorang ketua DPR.


Dia mencontohkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sering kali masuk dan keluar lewat pintu khusus. Namun publik tidak ada yang mempermasalahkan. Lantas kenapa Novanto mesti dipermasalahkan, padahal dia adalah pimpinan legislatif.


"Jangan iri hati dong, sekarang kalau presiden keluar masuk dapat pengawalan kan, dan lewat pintu berbeda kenapa enggak protes," katanya.


Lebih lanjut Fredrich mengaku kecewa karena Setya Novanto dituduh mendapatkan perlakuan istimewa. Karena keluar lewat pintu majelis hakim‎. Padahal tidak ada perlakuan istimewa terhadap Novanto. "Oh tidak benar dong ada perlakuan istimewa," pungkasnya.


Sebelumnya, Ketua DPR Setya Novanto hadir sebagai saksi dalam perkara kasus dugaan korupsi e-KTP pada Jumat (3/11) kemarin.


Ketua Umum Partai Golkar ini menjadi saksi untuk terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong, di Pengadilan Tipikor, Jakarta.


Setelah mendengarkan kesaksiannya di Pengadilan Tipikor, awak media pun berbegas keluar supaya bisa mendapatkan konfirmasi dari mantan pria tertampan di Surabaya itu.


Namun setelah ditunggu, awak media kecewa karena Ketua Umum Partai Golkar ini tidak keluar lewat pintu biasanya. Melainkan lewat pintu yang diperuntukan untuk majelis hakim.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore