Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Agustus 2017 | 07.05 WIB

Meski Sistem Sudah Online, Pungli Ternyata Tetap Ada

BERANTAS PUNGLI: Pemimpin Redaksi Jawa Pos (dua dari kiri) bersama tim Saber Pungli Pusat. - Image

BERANTAS PUNGLI: Pemimpin Redaksi Jawa Pos (dua dari kiri) bersama tim Saber Pungli Pusat.

JawaPos.com- Meski sistem pelayanan masyarakat sudah banyak yang mengadopsi sistem online, pungutan liar (pungli) masih bisa saja terjadi. Perlu ada peningkatan integritas dari petugas pelayanan.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Satgas Saber Pungli Pusat Irjen Pol M. Ghufron saat berkunjung ke kantor redaksi Jawa Pos Kamis (24/8). Sistem pelayanan online ternyata masih punya celah. Terutama dari segi pelayanan kepada masyarakat. Pasalnya, sistem tersebut belum menyeluruh. ”Masih ada celah ketika masuk pada sistem offline-nya,” katanya.

Mantan Kapolda Bengkulu ini mencontohkan tertangkapnya PNS di daerah Bandung. Dia tertangkap tangan saat melakukan pungli saat tahap verifikasi berkas perijinan. Padahal, sebelumnya, pendaftaran sudah online. Seolah tak ada celah. ”Sehingga, sistem yang sudah bagus ini perlu ditunjang dengan orang yang berintegritas,” tegasnya.

Dia menggarisbawahi tentang pentingnya membangun sistem dan budaya di masyarakat. Terutama sistem terkait pencegahan dan pemberantasan. Selama ini, operasi tangkap tangan (OTT) dianggapnya masih yang paling efektif. Karena, akan berimbas langsung dan menjadi shock therapy bagi institusi lain. “Dampak yang paling besar salah satunya pungutan di jalur pantura Jawa dan lintas Sumatera,” urainya.

Ada penurunan biaya operasional transportasi darat yang cukup drastis di jalur pantura. Sebelum ada satgas, di sepanjang jalur tersebut ada sekitar 20 titik pungli. Sopir truk biasa melempar uang saat melewati titik-titik tertentu. Sejak ada satgas ini, jumlah titik pungli sudah berkurang.

Selain itu, budaya masyarakat juga perlu diperbaiki. Karena, saat ini masyarakat masih menganggap pungli sebagai suatu yang wajar. Bahkan, pungli belum diartikan sebagai tindakan yang menyimpang. Sehingga, mau tidak mau, peran masyarakat harus dikuatkan. Meski, sampai saat ini, sudah ada sekitar 3.100 laporan yang masuk terkait praktik pungli. “Kami dekati tokoh masyarakat hingga pelajar dan mahasiswa untuk membentuk masyarakat anti pungli,”jelasnya.

Jenderal Polisi bintang dua ini menegaskan, masyarakat tidak perlu takut dengan adanya satgas saber pungli. ”Kalau memang tidak melanggar, kenapa harus takut,” tegasnya. Menurut dia, adanya satgas ini justru berdampak positif.



Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore