Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Juli 2017 | 18.21 WIB

Soal Bendera ISIS di Kantor Polisi, Ini Pernyataan Tegas Kapolri

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Polsek Kebayoran Lama dikejutkan dengan ‎penemuan sebuah bendera yang mirip Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Bendera itu terpasang tepat di depan kantor Polsek tersebut pada Selasa (4/7) pagi.


Menanggapi adanya hal itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta kepada masyarakat jangan mengkonotasikan dari ISIS. Karena bisa saja itu hanyalah oknum yang ingin membuat kisruh saja. 


"Jadi jangan berpikir dahulu ini serangan teror. Belum tentu bisa jadi dari pihak ketiga yang suka kalau rame-rame (membuat gaduh suasana)," ujar Tito usai melepas kepergian Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk kunjungan kerja ke Turki, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (5/7).


Mengenai adanya secarik kertas yang isinya mengancam Polri, TNI, Densus 88, Banser dan Ansor. Mantan Kapolda Metro Jaya itu menegaskan, siapapun bisa bisa membuat surat seperti itu. Oleh sebab itu masyarakat tidak perlu panik atapun takut. 


"Jadi eggak perlu panik biasa-biasa‎ saja, yang jelas serahkan saja ke pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan," pungkasnya.


Sebelumnya, Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan, Kompol Alam Nur mengatakan, bendera tersebut diduga dipasang oleh seorang pengendara motor. Bendera itu pertama kali ditemukan pada saat beberapa anggota polisi sekitar pukil 05.30 WIB.


Bendera berwarna hitam yang diduga ISIS itu diketahui berukuruan 100x50 centimeter, dan terpasang di pagar depan Polsek Kebayoran lama‎. Selain itu polisi juga menemukan pesan bernada ancaman pada secarik kertas karton berwarna kuning.


Berikut ini bunyi pesan tersebut.


"Wahai para Ansor Thogut Polri, TNI, Banser, Densus, dan para antek-antek laknatulloh, bertobatlah kalian dari jalan yang menyesatkan itu. Berhentilah kalian menyembah dan melindungi berhala yang kalian banggakan, yang kalian sebut dengan nama Pancasila najis itu, yang telah menggantikan hukum Allah dengan hukum jahiliyah yang telah kalian buat."


"Sadarlah kalian sesungguhnya kalian berperang di barisan Thogut, dan kami berperang di barisan iman (QS An Nisa:76). Berhentilah kalian menyebut dan memfitnah kami sebagai teroris, bahwa pada dasarnya kalianlah teroris sebenarnya, karena kalian telah membunuh dan menangkap umat muslim serta ulama-ulama kami (Para Muwahidin) yang mempelajari dan mengamalkan tauhid yang dibawa dan diajarkan oleh Rosul kami Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam."


"Dan ketahuilah, kami akan terus meneror kalian sebagai mana kalian meneror kami (para muwahidin), dan kami akan memburu kalian sebagaimana kalian memburu saudara seiman kami di Poso."


"Ketahuilah, perang telah dimulai, akan kami buat Jakarta ini seperti Marawi. Akan kami gulingkan hukum jahiliyah serta berhala Pancasila yang kalian banggakan, dan akan kami tinggikan hukum Allah yang mana adil dan sempurna (QS Al Maidah:50) di atas pedang-pedang kami. Khilafah Islamiyah Ala Minhajin Nubuwah akan segera tegak ditanah air ini Insya Allah Biidznillah."‎.(cr2/JPG)

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore