
DENGAR PENGAKUAN: Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto mendengarkan pengakuan Asworo, tersangka pembunuhan pacar sendir Chatrina Widjawati (Wiwid)i di Mapolda Sumsel.
JawaPos.com - Pembunuhan menggemparkan masyarakat Muara Enim, Sumatera Selatan beberapa waktu lalu. Korbannya adalah seorang perempuan bernama Chatrina Widjawati. Ternyata sang pembunuh adalah calon suaminya sendiri Martinus Asworo. Yang membuat cerita pembunuhan ini makin menarik adalah pasangan tersebut sejatinya akan melangsungkan pernikahan pada 5 September 2017 mendatang.
Setelah Asworo, ditangkap, keluarga Chatrina merasa lega. Pihak keluarga korban bersyukur serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum ke pihak berwajib sesuai hukum yang berlaku.
Hal itu disampaikan kedua orang tua korban yakni Paulus Slamet (59) dan Elisabeth Triswarni (51) saat ditemui di rumahnya di Jl Gereja Atas No.106 Talang Jawa Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim, tadi Kamis (15/6).
Menurut Triswarni, dengan adanya penangkapan ini, keluarga semakin yakin dan berharap anaknya bisa tenang di alam kuburnya.
"Saya percaya anak saya sendirilah yang menggiring si Asworo itu untuk keluar. Saya senang dan bersyukur mendengar kabar ini. Kami keluarga cuma ingin mendengar motif apa hingga Asworo berbuat seperti itu. Padahal dia itu sudah kami anggap seperti anak sendiri, kok dia tega seperti itu,"ucap Triswarni.
Triswarni tak habis pikir betapa teganya Asworo menghabisi nyawa calon istrinya sendiri. Padahal keduanya mau menikah pada 5 September 2017. "Kalau alasan uang untuk melamar, kami tidak memandang itu sama sekali, meski anak kami S2 tapi kami menerima apa adanya Asworo. Kami tidak gila hormat. Tapi kenapa dia tega begini,"ujarnya.
Kata Triswarni, dirinya terakhir kali berjumpa dengan Asworo pada 30 April saat bertemu di dekat kediaman Asworo di Xaverius Palembang. "Kami awalnya tak menaruh curiga sama Asworo. Dia seiman dengan anak kami dan sudah dewasa. Saat Wiwid hilang kami masih beranggapan kalau dia dirampok, tapi ternyata Asworo sendiri yang melakukannya," ujarnya.
Pihak keluarga pun siap jika dihubungi pihak Polda Sumsel untuk menambah keterangn yang diperlukan. Ditambahkan Paulus Slamet, ayah korban, yang berharap kepada pelaku dapat dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku.
"Jadi biarlah nanti hukum yang menentukan pak,"ujar ayah korban yang terlihat tegar.
Pasca kejadian ini, pihak keluarga untuk saat ini belum berniat untuk pindah rumah ke Yogyakarta sambil menunggu proses persidangan Asworo. "Kami akan melihat proses hukumnya. Padahal awalnya kami mau pindah saat Wiwid sudah menikah dan anak kedua kami Febri yang lulus SD mau ke SMP,"jelasnya. (roz)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
