
Urbanisasi selaku kuasa hukum Ahok saat melaporkan Willy si pelapor kasus penistaan agama
JawaPos.com - Aksi saling lapor kembali terjadi. Bila sebelumnya banyak pihak yang mempolisikan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, kini giliran tim kuasa hukum mantan Bupati Belitung Timur itu yang melaporkan pihak yang kontra terhadapnya.
Kali ini yang dilaporkan adalah Willyudin Abdul Rasyid Dhani. Dia adalah salah satu saksi di persidangan penistaan agama. Pelaporan ini dilakukan di Polda Metro Jaya pada Kamis (2/2) malam.
Laporan ini dilakukan karena Willy diduga telah memalsukan kesaksian di bawah sumpah dalam persidangan. Laporan itu diterima dan teregister dengan nomor: LP/583/II/2017/PMJ/Ditreskrimum tanggal 2 Februari. Di situ tercantum nama pelapornya adalah Urbanisasi selaku tim advokasi Ahok.
"Jadi kami ke sini karena melaporkan kesaksian palsu di bawah sumpah. Ini deliknya adalah delik sumpah palsu. Lalu memberikan laporan palsu pada penguasa dalam arti kepada pihak kepolisian," terang Urbanisasi usai melapor di Polda Metro Jaya.
Menurut dia, Willy melakukan kesaksian palsu ketika bersaksi di sidang pada 10 Januari dan 17 Januari di Auditorium Kementan, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Urban juga menuturkan, pengakuan palsu dilakukan ketika Willy membuat laporan ke polisi yang ditulisnya pada 6 September. Padahal, awal mula dugaan penodaan agama terjadi itu pada 27 September.
Tak hanya itu, kuasa hukum Ahok ini juga berkata bahwa pernyataan palsu oleh Willy dilakukan juga ketika menyebutkan jumlah pendamping dirinya saat melihat kejadian atau video penistaan agama. Karena menurut Urban, saat di kesakisan dari anggota Polisi disebutkan bahwa saat melapor, Willy bersama tiga orang.
Bahkan kata Urban, Willy diduga telah mengancam Polisi. Di mana saat melaporkan penistaan agama, Willy akan mengajak ribuan massa ke kantor polisi bila laporannya tak diterima polisi. "Ini menjadi sebuah kesalahan fatal di sana. Kami menganggapnya memberikan keterangan palsu di sana (persidangan)," sambung dia.
Apalagi ucap Urban, akibat keterangan palsu itu, kliennya yang notabane sebagai calon petahana Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur DKI Jakarta nontaktif telah dirugikan. Pasalnya di masa kampanye, Ahok tak maksimal karena harus berhadapan dengan perkara sidang.
Selain melaporkan Willy, Urban juga melampirkan barang bukti ke polisi agar laporannya segera diproses. Adapun yang diserahkan ialah laporan polisi yang dilakukan Willy, berita acara pemeriksaan di Polresta Bogor, transkrip persidangan dan rekaman saksi selama sidang.
Dalam laporan itu, Willy diancam dengan pasal 242 KUHP dan Pasal 220 KUHP dan Pasal 317 KUHP dan Pasal 318 KUHP tentang pemberian keterangan palsu di sidang. (elf/JPG)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
